alexa snippet

Wonderful Indonesia Co-branding Forum

Wonderful Indonesia Co-branding Forum
A+ A-
YUSWOHADY
Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com

Kamis (10/8) nanti, bertempat di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kementerian Pariwisata akan menggelar ajang Wonderful Indonesia Co-branding Forum (WICF).

Momentumnya pas, yaitu di tengah spirit hari Kemerdekaan ke-72 yang sarat nasionalisme. Ini sebuah forum yang digagas Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengajak merek-merek (brand-brand) di seluruh Tanah Air berpartisipasi mempromosikan pariwisata Indonesia melalui co-branding partnership dengan merek Indonesia, yaitu Wonderful Indonesia (untuk pasar global) dan merek Pesona Indonesia (untuk pasar domestik).

Kalau sampai merek-merek hebat Tanah Air maupun merek merek global di Indonesia berbondong- bondong menyukseskan program ini, maka bisa dipastikan Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia (WI/PI) akan semakin mencorong tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga global.

Kita tahu, kini merek Wonderful Indonesia kian kokoh di tengah merek Malaysia (Truly Asia) dan Thailand (Amazing Thailand) yang kian meredup.

Posisi competitiveness index pariwisata Indonesia dalam peringkat World Economic Forum juga melesat di posisi 42, naik tajam dari posisi 70 pada 2015. Merek WI/PI yang kian perkasa inilah yang menjadikan Menteri Pariwisata (Menpar) pede untuk mengajak merek- merek lokal maupun global melakukan co-branding.

Why Co-Branding?

Dalam ilmu branding, sederhananya, co-branding adalah partnership antara dua brands yang berbeda. Biasanya sepadan kekuatan ekuitas mereknya (brand equity).

Tujuannya adalah sinergi. Definisi paling gampang dari sinergi adalah 1+1 = 5, 7, bahkan 10, bukan 2. Artinya, "the whole is bigger than the parts" hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian bagiannya.

Di kategori yang berbeda, co-branding adalah alat ampuh untuk menarget segmen pasar yang sama. Saat Piala Dunia misalnya, TV Samsung ber-cobranding dengan Kacang Garuda untuk menarget pasar yang sama, yaitu para penonton Piala Dunia yang biasanya makan kacang sambil nonton bola.

Bisa juga kedua merek yang ber-co-branding "bertukar" pasarnya untuk memperluas jangkauan pasarnya seperti dalam kasus co-branding antara Garuda Indonesia dan Citibank. Garuda Indonesia memanfaatkan customer Citibank, begitu juga sebaliknya.

Dan jangan lupa, co-branding juga bisa menghemat spending dari masing-masing merek dalam building brand. Kalau memang pasarnya beririsan dan sama ngapain masing-masing merek harus keluar biaya sendiri-sendiri. Lebih baik disatukan di satu billboard, TVC, atau print ad yang sama. Jadi, di situ terjadi sharing resources.

Pop-Up

Sesungguhnya beberapa contoh co-branding partnership WI/PI dengan beberapa merek sudah berlangsung, walaupun masih bersifat informal dan tak sistematis. Masih popup, pop-up. Martha Tilaar Group (MTG) misalnya, punya program tahunan yaitu Trend Warna Sariayu yang biasanya mengambil tema kearifan lokal daerah.

Alih-alih melakukannya sendiri, kenapa tidak berkolaborasi dengan merek WI/PI dengan mengambil tema 10 destinasi prioritas yang dikembangkan Kemenpar. Karena itu, untuk tahun ini MTG meluncurkan Trend Warna Sariayu mengambil tema "Gili Lombok" yang merupakan salah satu destinasi wisata prioritas yang dicanangkan Kemenpar.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top