JK: Perbedaan Gaji yang Tinggi Penyebab Ketimpangan di RI

Rabu, 09 Agustus 2017 - 10:48 WIB
JK: Perbedaan Gaji yang...
JK: Perbedaan Gaji yang Tinggi Penyebab Ketimpangan di RI
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Wapres JK) mengakui tingkat ketimpangan di Indonesia masih tinggi. Penyebabnya antara lain, tingginya perbedaan pendapatan masyarakat di Tanah Air.

Menurutnya, banyak ukuran untuk melihat tingkat ketimpangan di suatu negara. Salah satunya, ketimpangan pendapatan antara yang terendah dan tertinggi.

"Kalau di banyak negara tentu timpang tapi perbedaannya mungkin tidak tinggi. Tapi kalau di Indonesia, di Jakarta antara pendapatan terendah dengan pendapatan tertinggi bisa ratusan kali perbedaannya. Antara UMR dengan gaji profesional yang tinggi mungkin bisa 100 kali perbedaannya," kata dia di Gama Tower, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Selain itu, tambah politisi Partai Golkar ini, ketimpangan juga bisa dilihat dari pendapatan per sektor. Misalnya, gaji seseorang yang berprofesi sebagai petani dan dokter jauh berbeda.

"Pendapatan per sektor. Petani, industri juga profesi lain. Guru, dokter, tentu mempunyai suatu perbedaan yang menyebabkan ketimpangan itu terjadi, namun juga akhirnya apabila kita ukur ketimpangan dari kemiskinan, utamanya harus kita perhatikan adalah produktivitasnya. Berapa produktivitas petani, berapa produktivitas lainnya, sehingga bisa dinaikkan," tuturnya.

JK tidak menampik, negara seperti Amerika Serikat (AS) belum lepas dari ketimpangan dan kemiskinan. Bahkan, AS juga terkenal dengan istilah 1% lawan 99%.

"Tetapi dia (AS) timpang dalam kemakmuran. Kita di Indonesia juga ketimpangan, tapi ketimpangan antara miskin dan kaya. Jadi kita timpang, miskin lagi. Itu hal yang tentu harus menjadi perhatian kita," jelas JK.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
54 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
1 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved