alexa snippet

IHSG Ditutup Ambruk Kehilangan 59,81 Poin, Bursa Asia Memerah

IHSG Ditutup Ambruk Kehilangan 59,81 Poin, Bursa Asia Memerah
IHSG pada perdagangan hari ini berakhir semakin terpuruk ke zona merah untuk mengiringi kejatuhan mayoritas bursa utama Asia. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir semakin terpuruk ke zona merah untuk mengiringi kejatuhan mayoritas bursa utama Asia. Bursa saham dalam negeri pada akhir pekan ini ditutup anjlok ke level 5.766,14 setelah kehilangan 59,81 pon atau yang setara dengan minus 1,03%.

IHSG pada perdagangan sesi I siang tadi tercatat anjlok 62,98 poin atau 1,08% ke level 5.762,97 untuk melanjutkan tren negatif sejak pembukaan pagi tadi yang melemah 0,24% atau 13,70 poin menjadi 5.812,25. Sedangkan kemarin, pasar saham dalam negeri naik tipis 1,94 poin yang setara 0,03% ke posisi 5.825,95.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir semuanya berada di zona merah dipimpin kejatuhan terdalam sektor aneka industri sebesar 2,09% diikuti industri manufaktur yang ambruk 1,34%. Di sisi lain sektor dengan kenaikan tertinggi terjadi pada pertanian 0,36%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,18 triliun dengan 8,14 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,67 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp11,31 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp9,64 triliun. Tercatat sebesar 100 saham menguat, 263 melemah dan 106 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) naik Rp500 menjadi Rp4.800, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) bertambah Rp250 menjadi Rp11.000 dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) melonjak Rp90 ke posisi Rp1.260.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp150 menjadi Rp7.775, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melemah Rp150 menjadi Rp2.690 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp140 menjadi Rp3.640.

Seperti dilansir CNBC, Jumat (11/8/2017) kebanyakan saham Asia ditutup lebih rendah ketika ketegangan geopolitik memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara. Indeks Kospi yang menjadi patokan bursa saham Korea Selatan jatuh 1,69% atau 39,76 poin untuk berakhir pada posisi 2.319,71,

Pelemahan bursa saham Korsel dipengaruhi sektor teknologi yang mencetak kerugian, saat saham beberapa perusahaan besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix ditutup turun 2,79% dan 4,66% untuk masing-masing. Sedangkan operator jaringan toko Myeongdong jatuh mencapai 9,53%.

Di Australia, indeks ASX 200 tergelincir 1,18% atau 67,833 poin, hingga ditutup menyentuh 5.693,10. Indeks bergerak lebih rendah dipengaruhi semua sektor yang mengalami pelemahan, meskipun saham energi dan tambah membaik. Sektor yang menyusut salah satunya keuangan berkurang 1,30%.

Indeks Hang Seng di Hong Kong juga jatuh sebesar 2.04% dalam sesi perdagangan sore. Sedangkan di daratan China, komposit Shanghai berkurang 1,59% atau setara dengan 51,94 poin, untuk ditutup pada posisi 3.209,80.  Komposit Shenzhen ambruk 1,602% atau 29,99 poin, untuk menyelesaikan sesi pada level 1.842,59.



(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top