alexa snippet

Pergeseran Pola Konsumsi Masyarakat Tak Pengaruhi Daya Beli

Pergeseran Pola Konsumsi Masyarakat Tak Pengaruhi Daya Beli
Kepala BPS Suhariyanto. Foto/SINDOnews/Disfiyant Glienmourinsie
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui, saat ini telah terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat dari transaksi konvensional (offline) kepada pola nonkonvensional (online). Namun, pergeseran tersebut tidak memengaruhi tingkat daya beli masyarakat.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, pergeseran konsumsi memang terjadi namun mayoritas terjadi di kalangan masyarakat menengah ke atas. Bahkan menurutnya, semakin tinggi pendapatan seseorang maka potensi belanja online semakin besar.

"Makin tinggi pendapatan rumah tangga, belanja onlinenya akan semakin banyak. Online menyentuh rumah tangga menengah ke atas. Tapi saya yakinkan, produk yang dijual tetap sama jumlahnya. Shfiting ada, tapi tidak pengaruh ke daya beli," katanya dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Selain itu, sambung pria yang akrab disapa Kecuk ini, kalangan menengah ke atas saat ini juga masih menahan konsumsinya dengan berbagai pertimbangan. Meskipun transaksi debit mengalami pertumbuhan, namun total dana pihak ketiga (DPK) di perbankan saat ini cukup tinggi.

"Transaksi debit tumbuh 20%, di sisi lain, persentase pendapatan yang ditabung itu meningkat. Artinya, masyarakat menengah ke atas menahan belanja. Sebagai konsumen tentu punya pertimbangan sendiri," imbuh dia.

Sekadar informasi, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sebesar 55,61% terhadap produk domestik bruto atau tumbuh sekitar 4,95% di kuartal II 2017. Realisasi ini tumbuh 1,32% dibanding kuartal I 2017.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top