Jangan Remehkan Usaha Kecil, Pemulihan Ekonomi Nasional Dimulai dari UMKM
Rabu, 05 Agustus 2020 - 05:05 WIB
loading...
Pemulihan ekonomi nasional harus dimulai dari upaya pemulihan terhadap sektor UMKM. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pemulihan ekonomi nasional dimulai dari upaya pemulihan terhadap sektor UMKM. “Secara teori ekonomi nasional, tidak mungkin bisa pulih kalau kita tidak segera memulihkan UMKM-nya,” kata Teten Masduki dalam acara Webinar Galang UKM bertema Momentum UKM Indonesia: Bangkit Menuju Masa Keemasan yang diselenggarakan oleh Markplus Institute, Selasa (4/8/2020).
Hal itu karena sebanyak 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Maka, kata Teten, Pemerintah pun telah menyadari untuk memulihkan UMKM melalui berbagai program.
Untuk itu, Teten mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang perekonomian nasional. “Pemerintah sudah siap dengan desain bagaimana menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi,” katanya.
Dia menekankan pentingnya untuk memperkuat kapasitas UMKM dengan sejumlah program utama diantaranya pendekatan ke market, go digital, hingga memperluas akses pembiayaan. (Baca juga: Khofifah Ajak Pelaku UMKM Agresif Ajukan Kredit ke Bank Jatim )
“Sebanyak 97% wilayah Indonesia bisa diakses internet dan logistik. Wilayah Indonesia sudah potensial untuk bisa masuk ke market digital,” katanya.
Hal itu karena sebanyak 99% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Maka, kata Teten, Pemerintah pun telah menyadari untuk memulihkan UMKM melalui berbagai program.
Untuk itu, Teten mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang perekonomian nasional. “Pemerintah sudah siap dengan desain bagaimana menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi,” katanya.
Dia menekankan pentingnya untuk memperkuat kapasitas UMKM dengan sejumlah program utama diantaranya pendekatan ke market, go digital, hingga memperluas akses pembiayaan. (Baca juga: Khofifah Ajak Pelaku UMKM Agresif Ajukan Kredit ke Bank Jatim )
“Sebanyak 97% wilayah Indonesia bisa diakses internet dan logistik. Wilayah Indonesia sudah potensial untuk bisa masuk ke market digital,” katanya.
Lihat Juga :