alexa snippet

Penguatan Rupiah Diprediksi Tertahan

Penguatan Rupiah Diprediksi Tertahan
Masih rendahnya pergerakan euro dan USD karena sentimen masing-masing setidaknya memberikan ruang bagi rupiah untuk dapat bergerak naik. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Mulai adanya kenaikan pada laju rupiah diharapkan dapat kembali terjadi dan berlanjut pada perdagangan hari-hari berikutnya.

Masih rendahnya pergerakan euro dan USD karena sentimen masing-masing setidaknya memberikan ruang bagi rupiah untuk dapat bergerak naik. "Namun, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan potensi penguatan tersebut," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran level support Rp13.370/USD dan resisten Rp13.339/USD. Sementara, meski pemerintah menunda untuk menyampaikan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, namun laju rupiah mampu untuk berbalik menguat dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berpotensi melanjutkan pelemahannya.

Sebelumnya dalam paket XV, diatur untuk pengembangan usaha dan daya saing penyedia jasa logistik nasional. Sementara, paket kebijakan ekonomi XVI akan berkaitan dengan penguatan peran Indonesia National Single Window (INSW) dan penyederhanaan tata niaga barang.

Dalam paket XVI akan memperjelas peran dua tema tersebut dalam menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing. Penguatan rupiah diperkirakan terjadi seiring respons terhadap pernyataan Menteri Keuangan bahwa defisit RAPBN sebesar 2,19% terhadap PDB ditujukan untuk menciptakan APBN yang semakin sehat.

"Selain itu, bersamaan dengan melemahnya laju USD karena sentimen pengunduran diri sejumlah staf kepresidenan Presiden Trump. Bahkan, laju EUR pun juga melemah seiring belum adanya tanda-tanda kebijakan moneter baru dari ECB," terang dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top