Perang Hamas-Israel Bikin Harga Migas Mendidih, Pasokan RI Tak Bergantung ke Satu Negara
Senin, 23 Oktober 2023 - 19:29 WIB
loading...
Pemerintah tidak akan tergantung pada satu negara produsen minyak mentah. Hal itu diungkapkan merespons kemungkinan perang Hamas-Israel bakal meluas. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengungkapkan, pihaknya saat ini terus monitor harga minyak dan gas (migas) sebagai antisipasi perang Hamas-Israel yang hingga kini masih memanas.Dadan pun memastikan bahwa yang paling utama yaitu pasokan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kekurangan.
"Yang pasti kita mantau terus monitor terus tiap hari harga minyak termasuk gas termasuk dampaknya," ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pede Mampu Antisipasi Kenaikan BBM
"Yang pertama kita pastikan itu supplynya itu tidak boleh berkurang setelah itu baru dampaknya kalau di APBN harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) kan 90, secara ICP Basisnya kita masih oke-oke saja," tuturnya.
Ditekankan juga olehnya bahwa pemerintah tidak akan tergantung pada satu negara produsen minyak mentah. Hal itu diungkapkan merespon kemungkinan negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Nigeria bakal ikut perang. Seperti diketahui, Indonesia lebih banyak mengimpor minyak dari kedua negara tersebut.
"Yang pasti kita mantau terus monitor terus tiap hari harga minyak termasuk gas termasuk dampaknya," ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pede Mampu Antisipasi Kenaikan BBM
"Yang pertama kita pastikan itu supplynya itu tidak boleh berkurang setelah itu baru dampaknya kalau di APBN harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) kan 90, secara ICP Basisnya kita masih oke-oke saja," tuturnya.
Ditekankan juga olehnya bahwa pemerintah tidak akan tergantung pada satu negara produsen minyak mentah. Hal itu diungkapkan merespon kemungkinan negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Nigeria bakal ikut perang. Seperti diketahui, Indonesia lebih banyak mengimpor minyak dari kedua negara tersebut.
Lihat Juga :