alexametrics

Investasi Ratusan Miliar Rupiah, HERO Lanjutkan Ekspansi

loading...
Investasi Ratusan Miliar Rupiah, HERO Lanjutkan Ekspansi
Investasi HERO hingga semester I 2017 sebesar Rp302 miliar. Dana itu untuk mengembangkan jaringan retail beberapa brand seperti Hero Supermarket, Guardian, Giant, dan IKEA. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatat investasi hingga semester pertama 2017 sebesar Rp302 miliar. Dana tersebut untuk mengembangkan jaringan retail beberapa brand miliknya seperti Hero Supermarket, Guardian, Giant, dan IKEA.

Presiden Direktur HERO, Stephane Deutsch mengatakan dana investasi dari perseroan untuk mengembangkan toko-toko baru itu lebih besar dari semester yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp212 miliar menjadi Rp302 miliar. "Kita terus ekspansi buka toko baru. Tahun ini investasi toko baru Rp302 miliar. Dimana 41% untuk relokasi toko, 27% untuk toko-toko baru, 12% untuk peremajaan toko yang ada," ujar Stephane di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Perseroan juga telah melakukan ekspansi dengan membuka jaringan toko dengan brand baru. Toko tersebut dinamakan Giant Mart. Sebelumnya diperkirakan bahwa Giant Mart merupakan toko ritel serupa dengan Alfamart dan Indomaret. Namun pihaknya menegaskan itu tidak akan sama.



"Kami memiliki berbagai macam format. Ini adalah salah satu bentuk untuk coba format-format baru. Benar kami telah buka brand baru Giant Mart dan sebagai informasi ini bukan minimart, ini konsep baru," ujarnya.

Dia memaparkan secara rinci terkait pengembangan toko-toko yang menelan investasi mencapai ratusan miliar itu. Antaranya, dua hypermarket Giant Ekstra, di Manado dan Malang, serta Hero Supermarket di Bandung dengan konsep baru. Untuk brand Guardian, pihaknya telah membuka 14 toko baru termasuk toko di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar Bali.

Sementara IKEA tengah memperluas cakupan fungsionalitas penjualan online dengan membuka IKEA Distribution Point di Bogor dan IKEA Online Point di Bintaro. Dia juga memaparkan pihaknya tengah fokus menjaga kondisi keuangan di tengah situasi yang cukup berat bagi bisnis retail belakangan ini. Untuk menjaga kondisi keuangannya di tengah situasi itu, perseroan memutuskan melakukan efisiensi.

Pihaknya bahkan juga telah menutup sejumlah toko dengan sejumlah pertimbangan. Hal itu terpaksa dilakukan karena diakuinya kondisi beberapa tahun lalu cukup berat. "Pada 2015 memang kondisi berat dan kami rasionalisasi toko dan ada beberapa toko yang ditutup," terang dia.

Namun dirinya tak merinci secara jelas berapa jumlah toko yang ditutup, di mana saja toko-toko tersebut, dan toko brand HERO yang mana yang ditutup. Menurut dia, keputusan yang diambil perseroan dengan menutup sejumlah toko sebagai suatu hal biasa bagi sebuah perusahaan.

"Mohon maaf jumlah toko yang ditutup tidak bisa kami berikan detailnya. Sebagai usaha ritel, wajar jika toko-toko mengalami penutupan misal masalah demografis. Tapi kita tidak ada rencana tutup toko besar-besaran tahun ini," lanjutnya.

Meski melakukan penutupan beberapa tokonya, Stephane mengatakan, pihaknya juga tetap tidak membatasi ekspansi. Ekspansi tetap dilakukan oleh perseroan meski disadari pasar ritel. "Kita tetap akan ekspansi, buka toko baru. Walaupun sebenarnya masih menantang bisnis ritel di Indonesia, tapi kami terus berencana kembangkan bisnis kami," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak