alexametrics

Momentum Tepat Investasi bagi Industri Tekstil

loading...
Momentum Tepat Investasi bagi Industri Tekstil
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) jadi salah satu industri prioritas, masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015 sampai 2035. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Saat ini dianggap sebagai waktu yang tepat bagi industri tekstil berinvestasi di Indonesia atau memperluas kapasitas industrinya. Secara global, berdasarkan data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia untuk Manufacturing Value Added. Posisi ini sejajar dengan Brazil dan Inggris, bahkan lebih tinggi dari Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, industri tekstil menjadi salah satu industri prioritas, sehingga masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015 sampai 2035. Ditargetkan pada tahun 2019, ekspor industri industri tekstil dan produk tekstil (TPT) bisa mencapai USD15 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,11 juta orang.

"Itu sebabnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memasukkan mereka dalam kategori industri berorientasi ekspor dan juga sektor industri padat karya," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Airlangga melanjutkan, untuk mencapai sasaran tersebut, dibutuhkan investasi baru dan ekspansi di setiap sektor industri TPT. "Kami memperkirakan pada saat itu akan ada penambahan kapasitas produksi sebesar 1.638 ribu ton per tahun dengan nilai investasi Rp81,45 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 424.261 orang," tuturnya.

Saat ini, industri TPT yang beroperasi di Indonesia telah terintegrasi dengan klasifikasi dalam tiga kategori, yakni industri hulu yang didominasi oleh sektor industri kain (fiber), sektor tekstil di level medium yang terdiri atas pemintalan (spinning), knitting (rajut), weaving (tenun), dyeing (pencelupan), serta pencetakan dan penyelesaian produk akhir (finishing). Sedang di sektor hilir industri tekstil adalah dalam bentuk garmen dan produk tekstil lainnya.

"Sektor andalan ini telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional. Khusus untuk industri shoes and apparel sport, kita sudah melewati China. Bahkan di Brazil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80%," ungkapnya.

Guna meningkatkan daya saing, Kemenperin tengah menjalankan program pendidikan vokasi industri dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, industri TPT nasional sedang didorong agar segera memanfaatkan teknologi digital seperti 3D printing, automation, dan internet of things sehingga siap menghadapi era Industry 4.0.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top