alexametrics

Demi Pertumbuhan Ekonomi, Para Menteri Disarankan Tak Berpikir Sektoral

loading...
Demi Pertumbuhan Ekonomi, Para Menteri Disarankan Tak Berpikir Sektoral
Managing Director PT Sinar Mas Saleh Husin. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan para pengambil keputusan alias menteri tidak berpikir dan mengambil kebijakan secara sektoral. Hal ini agar dunia usaha menjadi berkembang dan dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi menguat.

Saleh yang kini menjabat Managing Director PT Sinar Mas, mengatakan bila para menteri berpikir sektoral maka dunia usaha tidak bisa berkembang. "Kalau dunia usaha tidak berkembang, maka pertumbuhan ekonomi yang diharapkan Presiden Jokowi tidak bisa terjadi," tukasnya dalam HUT MNC Trijaya Radio FM Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Oleh karena itu, Saleh menjelaskan, momen penurunan suku bunga dapat membuka dunia usaha, terutama untuk skala-skala kecil dan menengah. Sehingga dunia usaha dapat melakukan pinjaman dengan bunga kredit yang tidak terlalu berat.



Namun, Saleh menegaskan kembali yang paling utama adalah bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu dapat mempermudah akses maupun dunia usaha. "Saya kira dunia usaha menginginkan adanya kebijakan-kebijakan yang dapat mempermudah dunia usaha, khususnya kebijakan keuangan," ujar dia.

Menurut dia, saat ini tantangan industri cukup banyak, diantaranya masuknya barang-barang ilegal, persaiangan dengan negara lain. Sehingga perlu melakukan koordinasi dengan sektor-sektor lainnya, agar tantangan tersebut tidak mematikan industri di dalam negeri.

"Seperti barang-barang ilegal, mereka tidak bayar pajak, tidak bayar apa-apa. Dan ini menggerus industri tekstil kita dan industri-industri lainnya, karena kalah bersaing dan dengan sendirinya industri yang ada di dalam negeri akan mati. Karena itu perlu koordinasi untuk mengantisipasi," ungkapnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak