alexa snippet

Pusat Perdagangan Glodok Tak Lekang Ditelan Zaman

Pusat Perdagangan Glodok Tak Lekang Ditelan Zaman
Pemilik toko Dinda Communication Juwari di kawasan Glodok Makmur, Jakarta. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kawasan perdagangan elektronik Glodok, Jakarta, tak pernah lekang ditelan zaman. Di tengah hiruk-pikuk toko modern dan toko online (e-commerce), kawasan ini masih berdegup sebagai jantung perdagangan berbagai jenis barang elektronik, hardware, peralatan (tools) rumah tangga, kantor, proyek dan sebagainya.

Glodok sendiri memiliki sejumlah kawasan pertokoan, di antaranya Pasar Glodok, Glodok Plaza, Arion Plaza, LTC Glodok, Glodok Jaya dan beberapa kawasan lain.

Salah satu area yang menjadi ikon di kawasan tersebut adalah Glodok Makmur. Wilayah ini merupakan pusat peralatan service elektronik, penjualan alat komunikasi, CCTV, GPS dan sebagainya.  

Dari penelusuran jurnalis, kawasan tersebut masih ramai oleh hiruk-pikuk pengunjung. Masyarakat antusias mengunjungi kawasan ini untuk mendapatkan barang murah dan berkualitas.

Salah satunya terlihat di toko Dinda Communication, Glodok Makmur. Meski posisinya berada di lantai 3 dan kecil, banyak pelanggan yang berdatangan ke toko ini.

"Pelanggan kami dari berbagai daerah mulai Aceh sampai Papua. Mereka rata-rata belanja di sini ada untuk kebutuhan pribadi, kantor, perusahaan dan sebagainya," ujar Juhari, pemilik toko Dinda Communication, Selasa (3/10/2017).

Dia menyebutkan, walau banyak toko online pelanggannya lebih percaya membeli langsung ke toko agar dapat mencoba dan melihat langsung kualitas barang.

Hartanto, pemilik toko Subur Elektronik di Glodok Makmur menuturkan, konsumen yang belanja ke kiosnya rata-rata adalah pelanggan lama. Meski penjualan tidak sebagus sebelumnya namun masih ada.

"Saya baru 3 tahun pindahan dari Harco lama. Produk yang kami jual harganya mulai dari Rp400 ribu hingga Rp5 juta. Di sini konsumen mendapat banyak pilihan mulai dari merek China hingga produk berkualitas tinggi. Tergantung kebutuhan dan permintaan konsumen," paparnya.

Hartanto menuturkan, rata-rata penjualan produk di kiosnya sebanyak 10-20 unit per hari. "Bila dibandingkan pada saat berjualan di Harco lama dengan di sini jauh berbeda. Penurunan penjualan ada sekitar 50%," bebernya.  

Glodok Makmur
Kini, harapan muncul dengan dibangunnya kawasan pusat perdagangan Harco Glodok yang baru dibangun Agung Podomoro Land (APL). "Saya sudah membeli 2 unit kios di kawasan tersebut. Tinggal tunggu pembukaannya. Tidak pakai DP, kami mencicilnya Rp13 juta per bulan selama 5 tahun. Dengan fasilitas lebih baik, harapan kami penjualan di sana lebih baik," ujarnya.

Hartanto menyebutkan banyak pedagangan di kawasan Glodok Makmur yang merupakan eks pedagang Harco lama. Mereka rata-rata memilih kembali ke Harco Glodok karena kawasan tersebut sudah lama dikenal masyarakat dan pelanggan.

Menanggapi hal itu, Manager Advertising & Promotion Agung Podomoro Land (APL), Hendry Trie Asmono mengatakan, pedagangan Harco lama merupakan prioritas dalam kepemilikan toko di Harco Glodok.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top