alexa snippet

Andalkan Keramahan dan Kualitas Pelayanan Terbaik

Andalkan Keramahan dan Kualitas Pelayanan Terbaik
Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) Iwan Joeniarto. Foto/Ali Masduki
A+ A-
BEREKSPRESI untuk menjadi perusahaan kelas dunia dalam bidang maintenance, repair, dan overhaul (MRO) itulah target dari PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Untuk mencapai target tersebut Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto punya strategi sendiri.

Salah satunya dengan menggandeng mitra yang berada di luar negeri. Pelayanan total solution menjadi salah satu andalan GMF dalam menarik maskapai untuk menjadi customer perseroan. Bagaimana penjabaran total solution yang dilakukan GMF. Berikut petikan wawancara KORAN SINDO dengan Iwan Joeniarto.

Bagaimana Anda melihat prospek bisnis MRO?

Prospek MRO saya kira masih sangat besar. Tidak usah bicara yang internasional dulu. Kita bicara domestik dulu. Domestik itu kuenya masih sangat besar. Belanja airlines (maska pai) tahun ini saja yang spending untuk maintenance (perawatan) masih sekitar USD1 miliar. Namun, kami di GMF sendiri baru ambil bagian pada persentase 32%. Di luar GMF dan Batam Aero Teknik milik Lion Air itu masih ada sekitar 51% lari keluar negeri.

Prediksi sampai dengan 5 tahun kedepan, untuk belanja maintenance kita perhitungkan berdasarkan jumlah pesawat-pesawat yang akan masuk ke Indonesia itu masih ada dua kali lipat. Jadi, menurut saya pasar domestik saja masih sedemikian besarnya. Sebagian besarnya itu belum kita garap. Karena, pertama, masalah kapabilitas yang harus disiapkan dan dikembangkan oleh GMF di samping kapasitas.

Bagaimanapun pesawat perlu maintenance. Setiap operator punya namanya maintenance program. Sebelum beroperasi, mereka (airlines) harus punya maintenance program yang disahkan Kementerian Perhubungan. Dia harus mengikuti itu. Sekarang ini pasar perawatan pesawat domestik kita masih ada yang ke luar negeri. Dan ini saya bilang, GMF harus bisa melayani itu, mereka-mereka (airlines ) yang ke luar negeri.

Untuk pasar internasional?

Asia Tenggara cukup berkembang. India juga cukup berkembang itu 11% loh perkembangannya. Jadi, masih sangat prospektiflah pasarnya. Apalagi bisnis MRO merupakan bisnis yang sifatnya labor intensive. Saya kira Indonesia juga tempatnyalah kalau tenaga kerja. Artinya, mencari sumber tenaga kerja itu tidak sulit. Tinggal bagaimana kita mengembangkan potensi SDM.

Apa upaya GMF agar tetap dipercaya klien/pelanggan?

Klien itu di GMF kami jaga melalui internal process melalui quality process and delivery. Kualitas selalu kita jaga, maksudnya harus yang bagus. Kemudian cost-nya harus efisien. Karena kalau cost-nya tak efisien, klien kita bisa lari dong.

Delivery-nya juga begitu tepat waktu. Kita juga buktikan bahwa kita punya banyak penghargaan yang kualitasnya tidak diragukan. Kualitas itu selalu kita jaga. Kemudian cost, tantangannya bagaimana maskapai itu mau merawat pesawatnya di GMF. Ya mau tidak mau biayanya harus kompetitif.

Tidak boleh kita lebih mahal. Apalagi kalau customer kita dari luar. Orang sudah jauh-jauh merawat pesawatnya di GMF ya kita harus berikan yang terbaik. Bagaimana supaya cost kita itu dibanding provider sebelumnya tetap bisa memberikan competitiviness. Kemudian customer. Customer ini macam-macam, ada low cost, ada full services.

Ya, kita mendekati produk kita kepada market oriented. Pasar itu maunya seperti apa sih. Maunya, kemasannya seperti apa. Tentu dengan tidak menghilangkan quality and safety. Itu sudah ada minimum standarnya. Itu tidak boleh dilanggar. Mau diajak cincai juga nggak mau. Tapi, kita juga mengerti, apalagi dalam kondisi atau situasi ekonomi yang naik-turun.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top