alexa snippet

Senjata Sniper dan Pistol Pindad Diminati Laos

Senjata Sniper dan Pistol Pindad Diminati Laos
Laos tertarik membeli senjata jenis sniper SPR2 dan pistol G2 Elite beserta amunisinya buatan PT Pindad (Persero). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Laos tertarik membeli senjata jenis sniper SPR2 dan pistol G2 Elite beserta amunisinya buatan PT Pindad (Persero). Wakil Presiden Ekspor PT Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Laos menunjukkan ketertarikannya membeli dua jenis senjata itu ke PT Pindad. Keinginan itu terungkap setelah Pindad bertemu dengan Kementerian Pertahanan Laos pada 21 September 2017 lalu.

"Pada pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Laos 21 September lalu mereka menyatakan tertarik membeli Pistol G2 Elite dan senjata Sniper buatan Pindad SPR 2 dan amunisinya," kata Ridi melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Ketertarikan Laos membeli senjata buatan Pindad, kembali ditunjukkan pada saat pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 di Jakarta yang dibuka hari ini. Di mana, Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith yang didampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengunjungi stand Pindad. Thongloun pun menyempatkan memegang produk senjata Pindad salah satunya Sniper SPR2

Menurutnya, sejak 2014 lalu, Kementrian Pertahanan Laos sudah membeli produk-produk senjata PT Pindad. Mereka membeli 60 pistol G2 Combat, 35 buah SS1 V2, 35 pucuk senjata SS1 V4, dan amunisi. Pihak laos, lanjut dia, senang membeli produk Pindad. Sejak menggunakan produk Pindad mereka pernah menjadi juara ke-3 pada kompetisi menembak di Thailand.

Sementara itu, keikutsertaan PT Pindad pada ajang TEI 2017 merupakan upaya BUMN itu untuk mengeksploitasi market-market baru dalam rangka peningkatan produksi dan penjualan. Menurut Direktur Keuangan PT Pindad (Persero) Achmad Sudarto, pihaknya tak hanya membidik pangsa lokal, tapi juga pasar global untuk semua jenis produk senjata dan alat berat. "TEI tahun ini sangat berarti bagi Pindad dalam rangka membuat pasar baru baik lokal dan skala global," ujarnya.

Diakui Achmad, produk alat berat memiliki pasar yang lebih terbuka, ketimbang produk industri pertahanan. Buyer tampaknya lebih tertarik membeli alat berat untuk kebutuhan proyek. "Kalau produk alat-alat berat pasarnya terbuka lebar untuk di TEI ini, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa jual produk defense industry," pungkasnya.

Sementara itu, pada pameran kali ini, Pindad menampilkan berbagai produk industrial andalan salah satunya Excava 200 yang merupakan ekskavator pertama buatan anak bangsa. Excava 200 ini merupakan produk alat berat pertama produksi PT Pindad yang merupakan hasil transformasi kompetensi produk pertahanan keamanan. Excava 200 memiliki kemampuan angkut beban hingga 20 Ton.

Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman langsung memegang produk senjata Pindad antara lain senapan serbu SS2 - V1 HB kaliber 5,56 mm, SS2 - V7 Subsonic, SS3 kaliber 7,62 mm, pistol G2 Premium, G2 - Elite kaliber 9 mm dan SPR 2 kaliber 12,7 mm.

Pengunjung pun nantinya dapat melihat Kendaraan militer anti ranjau buatan Pindad Sanca yang dilengkapi senjata yang beroperasi secara digital (remote) dengan kaliber 7,62 mm. "Ini merupakan kesempatan yang baik untuk semakin melebarkan sayap bisnis, baik untuk produk industrial maupun produk unggulan lainnya," ujar Direktur Utama Pindad, Abraham Mose.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top