alexa snippet

Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Jabar Tinggi

Ekspor Produk Ekonomi Kreatif Jabar Tinggi
Kontribusi produk ekonomi kreatif dari Jabar terhadap ekspor nasional cukup tinggi. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
BANDUNG - Kontribusi produk ekonomi kreatif dari Jawa Barat (Jabar) terhadap ekspor nasional cukup tinggi. Ke depan, para pelaku usaha diharapkan menggarap sektor kreatif lainnya di luar fashion dan kuliner.

Kepala Grup Bank Indonesia wilayah Jawa Barat Ismet Inono mengatakan, hingga saat ini nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia mencapai USD19,4 miliar. Dari jumlah itu, ternyata kontribusi Jabar cukup tinggi dibanding daerah lainnya di Indonesia.

"Jawa Barat ternyata punya andil ekspor ekonomi kreatif terhadap nasional cukup tinggi, share-nya mencapai satu pertiga dari total ekspor," kata dia dalam acara Asistensi Pembuatan Laporan Keuangan bagi UKM Kreatif di Aula BI Jabar, Kamis (12/10/2017).

Dari pencapaian itu, ekonomi kreatif mampu menyerap tenaga kerja hingga 15 juta orang pada 2014 dan naik 5% atau menjadi 16 juta orang pada 2015. Saat ini, kontribusi sektor ini diperkirakan terus meningkat seiring tumbuhnya industri kreatif lainnya.

Ekonomi kreatif, lanjut Ismet juga mendorong produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp852 triliun pada 2015 atau berkontribusi sekitar 4,38% terhadap PDB. Saat ini, kontribusi ekonomi kreatif diperkirakan telah mencapai 7% terhadap PDB.

"Walaupun pertumbuhannya tidak agresif, namun artinya ada atensi atau intesitas dalam ekonomi kreatif ini. Dengan kata lain, bila digarap secara serius bisa jadi kekuatan baru di ekonomi Jawa Barat," imbuhnya.

Ekonomi kreatif diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kalangan bawah di tengah tingginya kesenjangan ekonomi di Jawa Barat. Pangsa pasar produk ekonomi kreatif masih cukup besar, terlebih untuk pasar ekspor.

Potensi ekspor masih cukup besar. Sektor agrikultur yang selama ini belum banyak dijamah, dinilai cukup menjanjikan untuk ekspor.

"Memang mereka tidak bisa sendirian, makanya harus berkelompok dan digandeng, perlu ada pendampingan. Intinya, UKM tidak bisa dilepas sendiri," imbuh dia.

Sementara, Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Restog mengatakan, saat ini jumlah pelaku ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 15 juta orang dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 7%. Sampai akhir 2019, pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif mencapai 12% terhadap PDB.

"Tetapi semua harus bertahap. Misalnya, saat ini yang masih fokus menata, pertumbuhannya agak lambat, masih perlu waktu. Tapi kalau sudah siap, imbasnya akan sangat besar. Seperti di Korea, mereka butuh waktu 30 tahun untuk menggerakkan ekonomi kreatif," beber Restog.

Bekraf, lanjut dia, terus berupaya melakukan pelatihan yang sifatnya aplikatif kepada UKM. Salah satunya pelatihan pelaporan keuangan. Melalui pelatihan itu, dia berharap pelaku usaha ekonomi kreatif lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan.

"Selama ini sumber permodalan di Indonesia mayoritas atau 90% ada di bank. Jadi mau tidak mau kita harus aware dengan keuangan perbankan. UKM harus tahu apa yang diperlukan untuk bisa mengakses ke bank," imbuh dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top