Respons Perbedaan Data Penerima BLT El Nino, Wapres: Sifatnya Dinamis
Jum'at, 10 November 2023 - 07:43 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin turut merespons adanya perbedaan data penerima BLT El Nino. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin turut merespons adanya perbedaan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino. Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan, data penerima BLT bagi masyarakat terdampak kekeringan akibat El Nino berjumlah 21 juta dan bukan 18,8 juta.
Wapres menjelaskan, angka tersebut muncul dalam konteks bahasan mengenai bantuan beras, sehingga diinventarisasi mereka yang sudah terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) dan yang belum terdaftar.
"Kebetulan kemarin kita bahas soal bantuan beras, itu di samping yang sudah terdaftar, mungkin kita lakukan lagi yang memang belum ya ikut dikroscek lagi," ucap Wapres dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Siap-siap! BLT El Nino Rp400 Ribu Bakal Ditransfer 2 Bulan Sekaligus di November
Dia menekankan, data penerima bantuan tentu akan terus mengalami penyesuaian. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menjelaskan, penerima bantuan beras pada 2024 sudah menggunakan data baru yang didasarkan pada data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Wapres menjelaskan, angka tersebut muncul dalam konteks bahasan mengenai bantuan beras, sehingga diinventarisasi mereka yang sudah terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) dan yang belum terdaftar.
"Kebetulan kemarin kita bahas soal bantuan beras, itu di samping yang sudah terdaftar, mungkin kita lakukan lagi yang memang belum ya ikut dikroscek lagi," ucap Wapres dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: Siap-siap! BLT El Nino Rp400 Ribu Bakal Ditransfer 2 Bulan Sekaligus di November
Dia menekankan, data penerima bantuan tentu akan terus mengalami penyesuaian. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menjelaskan, penerima bantuan beras pada 2024 sudah menggunakan data baru yang didasarkan pada data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Lihat Juga :