alexa snippet

Rupiah Dibuka Membaik Saat Dolar Singapura Melemah

Rupiah Dibuka Membaik Saat Dolar Singapura Melemah
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada pembukaan pagi ini terlihat melanjutkan penguatan dari penutupan kemarin. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan pagi ini terlihat melanjutkan penguatan dari penutupan kemarin. Kondisi rupiah tersebut di tengah dolar Singapura yang melemah terhadap USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka ke level Rp13.508/USD atau menguat dibanding perdagangan kemarin di level Rp13.521/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.495/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.505/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini dibuka di level Rp13.502/USD atau menguat tipis dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.504/USD dengan kisaran level Rp13.493-Rp13.515/USD.

Namun, berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka pada level Rp13.511/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.504/USD dengan kisaran level Rp13.499-Rp13.519/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD menguat di awal perdagangan Asia hari ini, berada di jalur untuk kerugian mingguan karena investor menunggu data inflasi AS untuk mengukur kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan mematuhi rencananya untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Dolar Singapura terhadap USD tergelincir 0,2% menjadi 1,3550 dari sebelumnya 1,3514 setelah Otoritas Moneter Singapura mempertahankan semua pengaturan kebijakan moneternya tidak berubah pada hari ini, mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi 2018 cenderung lebih lambat dari yang terlihat tahun ini.

Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama, stabil di level 93.083, namun bersiap untuk melorot 0,8% dalam sepekan. Kemarin, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,4% pada September. Dalam 12 bulan sampai September, PPI melonjak 2,6%, kenaikan terbesar sejak Februari 2012.

"PPI menunjukkan beberapa tanda inflasi, setidaknya di tingkat produsen, dan selanjutnya kita akan membaca CPI," kata Bill Northey, kepala investasi di AS Bank Wealth Management di Helena, Montana.

Sementara, USD terhadap yen sedikit melemah ke level 112,25, berada di jalur untuk penurunan mingguan sebesar 0,3%. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda kemarin menekankan tekad bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar, bahkan saat rekan-rekannya di AS dan Eropa mulai menormalkan kebijakan moneter.

Di sisi lain, euro terhadap USD stabil di posisi 1,1833, atau naik 0,9% untuk pekan ini.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top