alexametrics

Urun Dana untuk Pesawat R80 Capai Rp2,6 Miliar

loading...
Urun Dana untuk Pesawat R80 Capai Rp2,6 Miliar
Prototype pesawat R80. Foto/Dok.Kitabisa.com
A+ A-
JAKARTA - Bila kita memperbincangkan industri penerbangan nasional, ada dua nama yang patut dicatat. Pertama adlaah Laksamana Muda Nurtanio Pringgoadisuryo, sebagai perintis industri penerbangan nasional di tahun 1947. Namanya kemudian diabadikan menjadi Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia.

Kedua, tentu saja Bacharuddin Jusuf Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia dan dikenal sebagai Menteri Riset dan Teknologi terlama di Indonesia selama 20 tahun. BJ Habibie dikenal sebagai Bapak Industri Pesawat Modern Indonesia. Namun saat krisis moneter 1997, proyek pesawat IPTN N-2130 rancangannya terhenti kendala dana.

Kini, BJ Habibie kembali dengan bendera Regio Aviasi Industri (RAI) yang sedang mengembangkan pesawat terbang R80 untuk pesawat perintis jarak pendek dan menengah. Proyek tersebut masuk dalam salah satu proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategi Nasional.

Untuk mewujudkan pembuatan prototipe R80, RAI mengajak masyarakat berpartisipasi dalam bentuk sumbangan dana atau crowdfunding melalui platform Kitabisa.com. Hingga Kamis (12/10) pukul 14.00 WIB, urunan dana sudah mencapai Rp2.645.0155.011 dari 7.063 orang donatur. Dana yang disumbangkan ini bermacam-macam, mulai dari Rp20.000 hingga Rp500 juta. Ini menjadi rekor terbaru dalam urunan dana non sosial di Indonesia.

Harapan untuk mewujudkan pesawat R80 memang besar sekali dari segala masyarakat. Bahkan berbagai komentar semangat dan harapan dari para donatur terpampang di laman Kitabisa.com/pesawatr80.

Salah seorang donatur, Inggrid Christine Wennysia, menuturkan "Sukses terus R80 sebagai Jagoan Barunya Industri Dirgantara RI. Menuju Indonesia Maju!" Sementara donatur lain bernama Wahyu Bhakti memberikan dukungan, "R80 segera mengudara! Ayo buat jet juga! Indonesia butuh banyak jembatan udara!!"

Secara resmi RAI menjalin hubungan kerja sama dengan Kitabisa.com, selaku platform crowdfunding yang terpercaya. Sehingga publik bisa ikut menjadi bagian dan mendukung pengembangan program pesawat R80, yaitu dengan mengakses Kitabisa.com/pesawatR80.

"Keterlibatan publik dalam crowdfunding selain untuk membantu kegiatan preliminary design Pesawat R80, juga merupakan bentuk kampanye agar masyarakat luas mengetahui upaya pembangunan industri dirgantara nasional, produk anak bangsa ini," ujar Kitabisa.com dalam keterangan yang diterima Selasa (17/10/2017).

Dan ini merupakan harapan bersama, dimana setiap dukungan dari masyarakat Indonesia akan menaikkan kemungkinan R80 untuk mendapat investasi dan dukungan pemerintah.

Berdasarkan baseline master plan R80, prototype R80 akan diuji-terbangkan pada tahun 2022. Setelah melewati proses sertifikasi, R80 akan diproduksi secara massal pada tahun 2025. Dukungan publik sangat dibutuhkan, sehingga baseline master plan pengembangan R80 dapat berjalan sesuai dengan rencana.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak