alexametrics

3 Tahun Jokowi-JK

Pangkas Disparitas Harga lewat Tol Laut dan Jembatan Udara

loading...
Pangkas Disparitas Harga lewat Tol Laut dan Jembatan Udara
Presiden Jokowi sejak awal kabinet berjalan secara serius ingin menekan disparitas harga di beberapa wilayah, termasuk di Indonesia timur seperti Papua. Grafis/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sejak awal kabinet berjalan secara serius ingin menekan disparitas harga di beberapa wilayah, termasuk di Indonesia timur seperti Papua.

Salah satu cara untuk menekan harga di Indonesia timur, dengan cara membangun infrastruktur. Rupanya langkah Jokowi untuk membangun infrastruktur demi menekan harga pun mulai menuai hasilnya.

Hal tersebut seperti yang dialami Muhammad Alkatiri, mahasiswa kedokteran asal Fakfak, Papua ini kuliah di salah sau univesitas di Yogyakarta. Dia mengaku, dalam setahun peserta stand up comedy itu pulang ke Fakfak dua kali.

"Sebelum dua tahun ini, jalan antar kecamatan di Fakfak cukup jauh, tapi sekarang sudah terbangun jalannya. Makanya, harga bensin turun. Kalau dulu satu botol Rp50 ribu tapi sekarang hanya Rp10 ribu," katanya saat berbincang santai dengan SINDOnews usai tampil di Ref Top Hotel Jakarta, pekan lalu.

Pengakuan Alkatiri tidak mengada-ada. Memang sejak tiga tahun lalu, pemerintah di tangan Jokowi-JK terus membuat trobosan yang tidak pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya.

Targetnya, connecting dan memotong disparitas antara Indonesia Barat dengan Timur. Ada banyak program yang digagas dan ditawarkan. Diantaranya, program tol laut, tol udara, rumah kita, dan muncul program jembatan udara serta kapal ternak.

Tol laut, program yang sempat dicibir pada awal kemunculan ide program ini, lantaran secara fisik sulit direalisasikan. Apalagi secara sumber daya, Indonesia belum ada kapasitas.

Sebab, Jembatan Surabaya-Madura yang melintas di atas Selat Madura sepanjang 5,4 kilometer sumber dayanya diimpir dari China. Lima tahun lebih, baru selesai dan dananya Rp4,5 triliun.

Apalagi tol laut, jelas secara fisik imposible. Namun, program tol laut yang digagas Jokowi adalah membangun jalur kapal khusus untuk wiliyah yang disebutnya tiga T, yaitu terluar, terpencil, dan terdepan.

"Konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayani rutin dan terjadwal dari Barat sampai Timur Indonesia," ujar Jokowi dalam kutipan yang dipaparkan Kemenhub dalam setiap waktu di kegiatan bertema tol laut.

Data Ditjen Hubla Kemenhub menunjukkan ada puluhan trayek tol laut. Dengan melibatkan 10 kapal kontainer dan tiga kapal kargo. Melibatkan sekitat 54 pelabuhan kecil di wilayah 3T, biya yang digunakan Rp355 miliar.

Adapun pusat aktivitas di topang dari dua pelabuban utama milik PT Pelindo II dan Pelindo III, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya.

Dengan beban terbesar Tanjung Perak Surabaya untuk pengiriman logistik ke pulau terluar di Irian Jaya, Sulawesi dan Kalimantan. Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta untuk pengiriman logistik ke pulau terluar sekitar Sumatera.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak