alexa snippet

Menteri Susi: Ini Bukti Negara Bisa Menang Lawan Mafia

Menteri Susi: Ini Bukti Negara Bisa Menang Lawan Mafia
Menteri Susi Pudjiastuti mengatakan kemenangan dalam kasus kapal pencuri ikan asal Thailand, menjadi bukti bahwa negara bisa menang melawan mafia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kemenangan dalam kasus kapal pengangkut ikan dari Thailand, kapal Silver Sea 2 lewat putusan Pengadilan Negeri Sabang menjadi bukti bahwa negara bisa menang melawan mafia. Diakuinya, proses penyelesaian kasus tersebut cukup memakan waktu.

(Baca Juga: Curi Ikan, Kapal Asal Thailand Disita dan Denda Rp250 Juta)

Betapa tidak, kapal tersebut telah ditangkap sejak Agustus 2017 dan kasusnya telah dilaporkan kepada Pengadilan Negeri Sabang pada bulan tersebut. Menurutnya, lamanya proses penyelesaian kasus tersebut lantaran pemilik kapal Silver Sea 2 adalah orang-orang hebat. Penasihat hukum yang membela mereka pun hebat-hebat, sehingga terjadi tarik ulur dalam kasus tersebut.

"Kendalanya itu mereka hebat-hebat. Penasihat hukumnya juga hebat-hebat. Kali ini kita buktikan negara menang melawan mafia," katanya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, keberhasilan negara memenangkan kasus tersebut adalah keberhasilan yang monumental. Apalagi, kapal Indonesia (KRI) yang menangkap kapal Silver Sea 2 kala itu jauh lebih kecil dibanding kapal Thailand tersebut. "Ini keberhasilan yang monumental. Padahal KRI nya kalah besar dengan kapal ikannya. KRI nya hanya seperti little brother dari kapal ikannya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi menyatakan bahwa negara telah memenangkan kasus pencurian ikan yang telah dilakukan oleh kapal penangkap ikan dari Thailand, Silver Sea 2. Kemenangan tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sabang Nomor 21/Pidsus/2017/PN SAB.

Dalam putusan tersebut, katanya, terdakwa atas nama Yotin Kuarabiab berkewarganegaraan Thailand, yang bekerja sebagai nakhoda Kapal Silver Sea 2 terbukti secara sah melanggar Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan. "Terdakwa dijatuhi pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top