alexa snippet

Perbankan Terus Menyiapkan Uang Elektronik untuk Tol

Perbankan Terus Menyiapkan Uang Elektronik untuk Tol
BCA dukung gerakan nasional non tunai. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kewajiban penggunaan uang elektronik di ruas tol tinggal menghitung hari. Perbankan sebagai kunci utama dari operasional uang elektronik terus berbenah hingga akhir bulan ini. Direktur BCA Santoso mengatakan, pihaknya siap mendukung dengan kesiapan pengadaan kartu.

Secara total, BCA telah menyiapkan 1,5 juta kartu, sedangkan hingga akhir bulan perseroan menyiapkan 365 ribu kartu untuk mendukung hingga 31 Oktober 2017 nanti. "Kami menyiapkan agar semua gerbang siap menerima produk uang elektronik masing-masing dan juga produk BCA Flazz," ujar Santoso pada Senin (23/10/2017) di Jakarta.

Selain itu, pihaknya juga memperbanyak lokasi untuk nasabah melakukan top up, seperti dari ATM. Kemudian pihaknya menggandeng pihak lainnya sehingga merchant untuk top up semakin luas, baik secara non tunai dan tunai.

Sedangkan Senior Executive Vice President Information Technology BNI Dadang Setiabudi mengatakan, persiapan yang dilakukan BNI untuk program elektronifikasi antara lain menyiapkan blank card uang elektronik TapCash sebanyak 2 juta kartu. "Kemudian terus menambahkan titik penjualan sehingga masyarakat mudah mendapatkan kartu perdana TapCash," ujar Dadang pada Senin (23/10/2017).

Pihaknya juga menambahkan titik top up TapCash, yaitu di berbagai e-channel BNI (ATM, sms banking, mobile banking, EDC) serta bekerja sama dengan jaringan ritel AlfaMart Group dan Family Mart Group untuk transaksi top up dengan uang tunai.

Perseroan telah meningkatkan kapabilitas e-channel BNI untuk melakukan proses update balance, yang terbaru adalah TapCash Go suatu aplikasi yang memungkinkan nasabah untuk melakukan update balance dari mobile phone dengan fitur NFC. "Kami juga memastikan stabilitas sistem dan jaringan agar transaksi TapCash berjalan lancar terutama di ruas tol," ujarnya.

Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UI Rizal Halim mengatakan pada prinsipnya, e-money merupakan bagian dari upaya mewujudkan cashless society. Salah satu penggunaan e-money adalah e-toll. "Tentunya kita sangat mendukung gerakan cashless juga elektronifikasi jalan tol dengan catatan pelaksanaannya dilakukan dengan terencana dan efisien."

Penerapaan e-toll tentunya akan membantu manajemen distribusi dan debit kendaraan di jalan tol. E-toll juga diharapkan mampu mengakselerasi kegitan dan mobilitas masyarakat. "Namun demikian, e-toll harus dapat dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Ada mekanisme insentif untuk merubah perilaku konsumen pengguna toll," ujar Rizal.

Di sisi lain, infrastruktur e-toll juga memadai. Satu hal yang juga dibutuhkan bahwa penggunaan gerai e-toll juga perlu mempertimbangkan gerai tunai karena diatur dalam UU Mata Uang. Setidaknya ada satu gerai tunai sehingga kebijakan ini tidak melanggar konstitusi hingga ada aturan yang merevisi UU Mata Uang tersebut.

"Kita harus bisa mendorong efisiensi dan produktivitas masyarakat melalui penerapan e-toll. Efisiensi dan produktivitas dari sisi suplai (regulator, pelaksana, bank) dan dari sisi permintaan (konsumen dan masyarakat). Titik keseimbangan perlu dijaga sehingga gerakan cashless ini dapat berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya," ujarnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top