alexa snippet

E-Commerce dan Minimarket Curi Pamor Hypermarket

E-Commerce dan Minimarket Curi Pamor Hypermarket
Menjamurnya minimarket dan e-commerce diyakini sedikit banyak berpengaruh terhadap peralihan masyarakat mulai meninggalkan pasar modern dengan skala besar seperti hypermarket. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menjamurnya minimarket di sekitar masyarakat ditambah perubahan gaya beli mengakibatkan turunnya kinerja dari hypermarket yang selama ini biasa ada di mal atau berdiri sendiri. Disebutkan masyarakat saat ini mulai meninggalkan pasar modern dengan skala besar seperti hypermarket dan beralih ke yang tempatnya lebih mudah dijangkau dari tempat tinggal seperti minimarket.

Bahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menilai peralihan ini cukup kuat. "Ada pergeseran, di mana masyarakat belanja untuk kebutuhan lebih sukanya datang ke minimarket. Ada pergeseran, artinya kuat di minimarket, turun di hypermarket," ujarnya di Jakarta, Senin (13/11/2017).

(Baca Juga: Dulu Jadi Tujuan, Hypermarket Kini Mulai Ditinggalkan)

Lebih lanjut Ia menjelaskan, jika minimarket dilihat masih kurang simpel maka masyarakat akan memilih jalur lain dengan belanja lewat aplikasi online atau e-commerce. "Kalau akses minimarket repot, lalu lewat online. E-commerce meski ukurannya masih kecil tapi yang penting tumbuh," terang dia.

Menurut Bambang, keberadaan e-commerce yang memiliki beragam produk tersebut memang saling berhadapan dengan ritel konvensional. "Banyak head to head dengan industri ritel, kita lihat banyak masyarakat belanja pakaian, elektronik dan seterusnya lewat online. Kita lihat jumlah yang beli lewat online 25 juta orang atau porsinya 9% dengan penetrasi USD5,6 miliar dan USD228 per orang, ini makin lama makin besar," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top