alexa snippet

Rupiah Dibuka Bangkit Menguat Saat Euro Stabil

Rupiah Dibuka Bangkit Menguat Saat Euro Stabil
Nilai tukar rupiah terhadap USD pagi hari ini dibuka berhasil menguat setelah kemarin berada di zona merah. Grafis/Ist
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka berhasil menguat setelah kemarin berada di zona merah. Kondisi ini di tengah stabilnya euro terhadap USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.542/USD atau berhasil menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.555/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.539/USD atau jauh lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.551/USD atau berangjak membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.552/USD dan pada pukul 10.06 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.539/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.536-Rp13.554/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.548/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.550/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.540/USD dengan kisaran level Rp13.533-Rp13.550/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD mendapat dukungan dari imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi di awal perdagangan Asia pada hari ini, sementara poundsterling menahan sebuah penurunan baru-baru ini, yang mengikuti kekhawatiran tentang kemampuan Theresa May untuk bertahan sebagai perdana menteri Inggris.

Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang saingan utamanya stabil pada hari ini di level 94.499. USD terhadap yen naik 0,1% ke level 113,70. Namun, tetap di bawah level tertinggi dalam delapan bulan di posisi 114,735 pekan lalu.

"USD mendapat dukungan dari hasil AS, tapi saya benar-benar terkejut bahwa hal itu tidak berjalan lebih tinggi, jadi mungkin korelasi antara imbal hasil dan USD sedang turun," kata Masashi Murata, ahli strategi mata uang dari Brown Brothers Harriman di Tokyo.

"Tapi dengan the Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Desember, USD bisa naik lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang," imbuhnya.

Euro terhadap USD tercatat stabil di level 1,1670 EUR, bertahan di atas level terendah dalam 3,5 bulan di level 1,1553. Poundsterling terhadap USD naik tipis 0,1% ke level 1,3122 setelah mendapat tekanan dari gejolak politik menjelang debat pekan ini oleh anggota parlemen Inggris mengenai rencana pemerintah untuk meninggalkan Uni Eropa.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top