alexa snippet

Penggolongan Listrik Diserahkan ke Publik

Penggolongan Listrik Diserahkan ke Publik
Penggolongan Listrik Diserahkan ke Publik. (Koran SINDO).
A+ A-
JAKARTA - Penyederhanaan golongan pelanggan tarif listrik akan diputuskan dengan memperhatikan respons masyarakat. Pemerintah bakal melakukan polling melalui media sosial terkait rencana tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyederhanakan golongan tarif listrik PLN meliputi pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA, 4.400 VA.

Namun karena struktur tarif antara golongan 4.400 VA dan 5.500 VA sama, yakni Rp1.467 per kWh, maka penggolonganya dinaikkan menjadi 5.500 VA.  

Kementerian ESDM memastikan, penggolongan pelanggan ini tidak berpengaruh pada tarif listrik karena golongan ini bukan penerima subsidi. Adapun untuk kelompok pelanggan listrik bersubsidi yakni 450 VA dan 900 VA tidak mengalami perubahan golongan maupun tarif.  Saat ini tarif subsidi untuk kelompok 450 VA adalah Rp415 per kWh, dan 900 VA sebesar Rp586 per kWh. Sedangkan tarif 900 VA non subsidi Rp1.352 per kWh.  

Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan, tidak ada paksaan bagi kelompok rumah tangga untuk meningkatkan daya listrik dalam program penyederhanaan kelas golongan pelanggan.

Menurut Jonan, saat ini kondisi kapasitas pasokan listrik yang terus bertambah, sementara penggunaannya tidak. Sehingga, Jonan mempertanyakan penyerapan listrik tersebut. Menurutnya, peningkatan konsumsi listrik tidak bisa apabila hanya mengandalkan sektor industri.

“Jumlah kapasitas daya listrik akan naik terus. Sekarang naiknya belum seberapa, tapi nanti 2019, 2020, 2021, dan 2025 akan ada tambahan 40.000 MW (megawatt). Jadi dari 35.000 MW program pemerintah sekarang tambah yang eks-FTP (Fast Track Program) I-II yang diselesaikan," terangnya.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, terkait rencana penyederhanaan penggolongan pelanggan listrik, pemerintah  bersama PLN akan melakukan polling langsung kepada masyarakat melalui media sosial seperti twitter. “Tentunya kalau masyarakat tidak setuju kebijakan ini tidak perlu dijalankan," ujar di Jakarta kemarin.

Dadan menambahkan, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi supaya program tersebut dapat dimengerti manfaatnya oleh masyarakat.  

“Pak Menteri (Ignasius Jonan) mengatakan kepada saya bahwa rencana tersebut agar disampaikan kepada masyarakat bahwa tidak ada perubahan harga sama sekali. Tergantung pemakaian listrik, kalau masyarakat membeli listriknya banyak ya harus bayar sesuai pemakaian," katanya.

Di sisi lain, rencana pengelompokkan pelanggan menjadi satu golongan diharapkan dapat memacu produktivitas pelaku usaha kecil dan menengah. Pasalnya, para pelanggan yang tadinya memiliki listrik terbatas, akan dinaikkan dayanya secara cuma-cuma.

Pemerintah juga memastikan penyederhanaan golongan pelanggan listrik akan membuat pemakaian listrik lebih optimal. Hal itu lantaran berapapun daya listrik yang dipakai pelanggan dipastikan tidak turun daya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, untuk menjalankan program penyederhanaan golongan listrik tersebut, perseroan akan menyiapkan  anggaran agar tidak membebani konsumen.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top