alexa snippet

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai IEA Ragukan Prospek 2018

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai IEA Ragukan Prospek 2018
Harga minyak dunia anjlok pada hari ini melanjutkan penurunan sebelumnya setelah IEA meragukan prospek minyak 2018. Grafis/ist
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak dunia anjlok pada hari ini melanjutkan penurunan sebelumnya setelah Badan Energi Internasional (IEA) meragukan perdebatan beberapa bulan terakhir mengenai pengetatan pasar bahan bakar minyak.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/11/2017), harga minyak brent berada di level USD61,47 per barel pada pukul 01.06 GMT, turun 74 sen atau 1,2% dari penutupan terakhir mereka. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD55,10 per barel, turun 60 sen atau lebih dari 1%.

Melemahnya harga minyak tersebut menunjukkan bahwa harga minyak mentah sekarang turun sekitar 5% sejak mencapai tingkat tertinggi pada 2015, mengakhiri kenaikan 40% antara Juni hingga awal November.

"Harga minyak mentah turun tajam setelah IEA menaikkan keraguan tentang prospek 2018," kata bank ANZ.

IEA kemarin memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyaknya sebesar 100.000 barel per hari (bpd) untuk tahun ini dan selanjutnya, menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari pada 2017 dan 1,3 juta barel per hari pada 2018.

"Pasar minyak menghadapi tantangan sulit di kuartal kedua dengan pasokan diperkirakan akan melampaui permintaan sebesar 600.000 bpd diikuti surplus lain yang lebih kecil dari 200.000 bpd di 2018," kata agensi tersebut.

Laporan IEA berbeda Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang sehari sebelumnya mengatakan bahwa pada 2018 akan melihat kenaikan permintaan minyak yang kuat. Di sisi penawaran, kenaikan produksi AS juga menekan harga.

"Harga turun karena permintaan saat ini akan turun dan jangka panjang pertumbuhan produksi minyak AS akan menggoncang semua hal yang pernah kita lihat sebelumnya, termasuk Saudi dan Rusia," kata Greg McKenna dari pialang berjangka AxiTrader.

Produksi minyak AS telah meningkat lebih dari 14% sejak pertengahan 2016 sampai 9,62 juta bpd dan diperkirakan akan tumbuh lebih jauh. IEA mengatakan bawha produksi non-OPEC akan menambah 1,4 juta bph produksi tambahan pada 2018.

Prospek IEA menekan OPEC untuk terus menahan produksi minyak guna mempertahankan harga minyak mentah, yang anggotanya mengandalkan pendapatan. OPEC dan beberapa produsen non-OPEC termasuk Rusia telah menahan produksi tahun ini untuk menyelesaikan kelebihan pasokan.

Kesepakatan itu berakhir pada Maret 2018, namun OPEC akan menggelar pertemuan pada 30 November untuk membahas kebijakan, dan diharapkan dapat menyetujui perpanjangan pemotongan tersebut.

Lebih jauh, analis mengatakan industri minyak juga menghadapi kondisi sulit. "Pada permintaan minyak global, pertanyaan jangka panjang bertahan di sekitar kekuatan pendorong, dengan pasar minyak bersaing dengan deindustrialisasi, pengurangan emisi karbon secara global dan peningkatan beralih ke teknologi terbarukan," kata Graham Bishop, direktur investasi di Heartwood Investment Management.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top