alexametrics

USD Keok Lawan Euro, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

loading...
USD Keok Lawan Euro, Rupiah Dibuka Menguat Tipis
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada sesi pagi hari ini dibuka menguat, meski tidak terlalu tinggi dibanding penutupan kemarin. Grafis/Ist
A+ A-
JAKA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini dibuka menguat, meski tidak terlalu tinggi dibanding penutupan kemarin. Kondisi ini di tengah menguat euro terhadap USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada level Rp13.539/USD atau menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.542/USD.



Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah dibuka di level Rp13.537/USD atau lebih baik dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.555/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sesi pagi dibuka di level Rp13.548/USD atau berangjak membaik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.551/USD dan pada pukul 10.06 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.541/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran level Rp13.534-Rp13.549/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pembukaan perdagangan hari ini berada di level Rp13.548/USD atau menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp13.550/USD. Namun, pada pukul 10.000 WIB bergerak semakin menguat ke level Rp13.539/USD dengan kisaran level Rp13.530-Rp13.550/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, euro tetap mendekati level tertinggi 2,5 pekan di awal perdagangan Asia pada hari ini, mendapat dorongan dari data ekonomi Jerman yang optimistis karena invetor menunggu data inflasi konsumen AS kemudian di sesi global.

USD sedikit turun ke level 1,1791 terhadap euro setelah melonjak lebih dari 1% di sesi sebelumnya. Ini bergerak menjauh dari level terendah 3,5 bulan di posisi 1,1553.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak