alexa snippet

Euro Sukses Tekan USD, Rupiah Ditutup Makin Kokoh

Euro Sukses Tekan USD, Rupiah Ditutup Makin Kokoh
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan hari ini ditutup makin menguat dari penutupan kemarin yang berakhir mendatar. Grafis/Dok SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup makin menguat dari penutupan kemarin yang berakhir mendatar. Kondisi ini di tengah semakin perkasanya euro terhadap USD.

Data Yahoo Finance, rupiah sore ini berada di level Rp13.532/USD atau jauh menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.550/USD. Pergerakan rupiah sendiri berada di kisaran harian Rp13.523-Rp13.550/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg, sore ini berada di level Rp13.535/USD atau menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.551/USD dengan kisaran level Rp13.532-Rp13.549/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berakhir di level Rp13.555/USD atau stagnan dari penutupan sebelumnya.

Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.539/USD atau menguat dari posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.542/USD

Seperti dikutip dari Reuters, euro semakin perkasa di atas level 1,18 per USD, ini untuk pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir. Karena, investor kembali membeli saham Eropa sementara USD melemah untuk hari kedua terpengaruh melemahnya imbal hasil obligasi AS.

Tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan zona euro yang melampaui negara-negara Amerika Serikat pada kuartal ketiga, yang dipimpin oleh Jerman, pasar semakin optimistis mengenai prospek wilayah tersebut.

"USD tertekan terhadap euro dan yen serta data kuat dari Eropa jelas merupakan faktor dengan beberapa investor yang melakukan pelonggaran dari perdagangan dolar yang panjang," kata Alvin Tan, ahli strategi FX di Societe Generale di London.

Euro terhadap USD kemarin berada di level 1,1734 dan hari ini naik 0,2% hingga menembus level 1,1824 terhadap USD. Selama beberapa sesi terakhir, pembelian saham Eropa yang tidak ditandai telah meningkat tajam setelah turun pada Oktober.

Sementara, dolar Australia sebagai penggerak utama sesi Asia, tergelincir 0,6% terhadap USD ke level 0,7587, terendah sejak Juli. Data menunjukkan bahwa upah Australia naik hanya 0,5% pada kuartal ketiga dan 2,0% untuk tahun ini, masing-masing turun 0,7% dan 2,2% dan menantang pandangan Reserve Bank of Australia bahwa upah akan meningkat.

Indeks USD turun 0,3% menjadi 93,558 karena investor menunggu data inflasi konsumen AS untuk bulan Oktober, yang akan dirilis pada hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan harga konsumen yang marjinal.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top