alexa snippet

Generasi Milenial Kendalikan Dunia

Generasi Milenial Kendalikan Dunia
Dulu anak muda hanya berpikir untuk menjadi profesional sukses dengan fokus utama memperkuat pengetahuan dan mengumpulkan banyak uang. Foto/KORAN SINDO
A+ A-
DULU anak muda hanya berpikir untuk menjadi profesional sukses dengan fokus utama memperkuat pengetahuan dan mengumpulkan banyak uang.

Kini, anak muda milenial berpikir lebih progresif: ingin memimpin dan mengubah dunia sesuai dengan keinginan mereka. Generasi muda yang berada di bawah usia 30 dan tumbuh pada abad teknologi memilih banyak cara dan strategi untuk mewujudkan keinginannya. Mereka lebih dinamis dalam melihat situasi di sekitar.

Mereka juga berpikir solutif dan praktis memakai sudut pandang entrepreneur dengan dukungan dunia digital. Sepak terjang generasi ini bukanlah isapan jempol. Majalah Forbes yang menggelar program 30 under 30 telah mendapati 600 penemu, entrepreneur, dan pemimpin muda yang akan menjadi penentu dan menulis kembali aturan bagi generasi mendatang.

Hebatnya mereka memiliki semangat kuat berjuang bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi berjuang untuk masyarakat di sekitarnya dan dunia pada umumnya. Siapa saja mereka? Editor majalah Forbes Randall Lane mengungkapkan, mereka yang terjaring umumnya bergerak pada bisnis teknologi. Mereka membuat perubahan dan menjadi pionir di bidangnya.

Mereka bukan sekadar follower yang mengikuti tren, tetapi menciptakan hal baru. Dia sangat yakin bahwa merekalah yang akan menjadi penggebrak dalam semua lini kehidupan di masa depan, mulai dari teknologi, e-commerce, seni, kepemimpinan hingga berbagai bidang lainnya.

Apa yang diciptakan anak muda itu akan mengubah dunia dan mem berikan warna baru dalam kehidupan sehari-hari manusia. "Setelah tujuh tahun ber lalu, Forbes 30 Under 30 berkembang menjadi cara dunia untuk menemukan entrepreneur dan pengubah per main an bagi gene rasi men datang," ujar editor majalah Forbes Randall Lane.

"Ini adalah klub eksklusif dimana orang ingin menemukan kembali hal baru di setiap bidang pada abad mendatang," imbuhnya.

Dalam pandangan Danielle Sabrina, brand dan media strategist asal AS, Forbes 30 Under 30 menegaskan tentang gene rasi terbaik dan paling cemerlang yang akan bersinar dimasa mendatang.

"Anak muda tidak mengenal ikatan. Usia 20 tahunan adalah para perusak yang bekerja dengan gairah dan semangat untuk menciptakan dunia seperti yang mereka inginkan. Anak muda tidak memedulikan ikatan budaya, etnik, dan gender," ungkap Sabrina seperti dilansir Huffington Post.

Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu kampus teknologi ternama di Amerika Serikat, menyebut Forbes 30 Under 30 sebagai "ensiklopedia creative disruption (penghancuran kreatif) oleh 600 anak muda di 20 industri yang berbeda". Ke-600 anak muda itu dibagi dalam 20 kategori dan semuanya berusia di bawah 30 tahun.

Sebanyak 20 kategori itu mewakili berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Nantinya mereka akan dipilih menjadi 30 anak muda saja berdasarkan penilaian dewan panel yang kredibel. Sebanyak 19% kandi dat tersebut adalah imigran dan berasal dari 50 negara berbeda.

Ke-600 anak muda itu diseleksi dari 15.000 pendaftar. Forbes merekrut juri yang kredibel seperti pendiri Breyer Capital Jim Breyer dan dua alumni Under 30, yakni pendiri Bumble Whitney Wolfe dan pendiri Periscope Kayvon Beykpour.

Dari Mawar hingga Utang


Hal menarik dalam Forbes 30 Under 30 adalah ritel dan e-commerce. Kandidat dalam bidang itu adalah Seema Bansal, 26, dan tunangannya Sunny Chadha, 28, yang mendirikan Venus ET Fleur pada 2015. Itu merupakan startup yang menjual mawar melalui pemesanan online.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top