alexametrics

IHSG Bangkit Cetak Rekor Tertinggi 6.070 Saat Bursa Jepang Jatuh

loading...
IHSG Bangkit Cetak Rekor Tertinggi 6.070 Saat Bursa Jepang Jatuh
IHSG pada perdagangan hari ini, bangkit untuk mencetak rekor tertinggi dengan tambahan 6,127 poin setelah sejak awal pekan mencetak hasil negatif. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (28/11) bangkit untuk mencetak rekor tertinggi setelah sejak awal pekan mencetak hasil negatif. IHSG ditutup bertambah 6,127 poin atau 0,101% menjadi 6.070,716.

IHSG siang tadi melemah cukup dalam sebesar 46,04 poin setara 0,76% ke level 6.018,55 setelah tadi pagi dibuka turun 16,84 poin atau 0,28% menjadi 6.047,74. Sedangkan awal pekan kemarin ditutup kehilangan 2,553 poin atau 0,042% ke posisi 6.064,58.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore sebagaian besar masih berkutat dalam zona merah dipimpin pelemahan aneka industri 1,30% dan pertambangan 1.19%. Di sisi lain kenaikan terjadi pada sektor consumer mencapai 0,65%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,18 triliun dengan 12,26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp104,68 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,84 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,95 triliun. Tercatat 139 saham menguat, 246 saham melemah dan 126 saham stagnan.



Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 menjadi Rp79.850, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp250 ke posisi Rp8.400 serta PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) meningkat Rp100 ke level Rp2.100.

Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp150 ke posisi Rp8.375, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) menyusut Rp50 menjadi Rp3.170 dan PT BISI International Tbk. (BISI) turun Rp40 menjadi Rp1.650.

Seperti dilansir CNBC, Selasa (28/11/2017) sebagian besar indeks Asia ditutup mixed mengiringi pergerakan mixed bursa saham Amerika Serikat sesi semalam. Tercatat indeks Nikkei Jepang berakhir kehilangan 0,04% atau setara dengan 9,75 poin menjadi 22.486,24 setelah sesi berombak sebelumnya.

Eksportir utama termasuk produsen mobil dan teknologi sebagian besar lebih rendah. Nama-nama perusahaan terkait energi juga ditutup lebih rendah seiring kejatuhan harga minyak mentah dunia. Sementara di seberang selat Korea, indeks Kospi meningkat 0,25% untuk berakhir pada posisi 2.514,19 meski saham teknologi menyusut.

Samsung Electronics meningkat 1,22% setelah penutupan lebih rendah dari 5% dalam sesi terakhir mengiringi kejatuhan saham Morgan Stanley. Saham teknologi lainnya bergerak mixed seperti SK Hynix jatuh sebesar 0,16% dan LG Display berangsur turun 0,16% ketika manufaktur berbanding terbalik meningkat.

Bursa saham Australia ASX 200 menutup hari kedua pekan ini dengan penurunan 0,08% di level 5.984,25 saat saham telekomunikasi merosot cukup dalam. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong masih berada di bawah tekanan hingga perdagangan sore usai kehilangan 5,34 poin menjadi 29.680,85.

Di sisi lain pasar saham daratan China, bangkit kembali setelah berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Shanghai Composite menutup hari ini lebih tinggi 0,34% pada posisi 3.333,66 serta komposit Shenzhen menguat mencapai 1,35% dan berakhir di level 1.918,32.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak