alexametrics

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.061, Bursa Asia Lebih Tinggi

loading...
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.061, Bursa Asia Lebih Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup masih memerah, saat bursa utama Asia lebih tinggi. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup masih memerah, saat bursa utama Asia lebih tinggi. IHSG tengah pekan berakhir ke level 6.061,37 setelah kehilangan sebesar 9,35 poin atau setara dengan 0,15%.

IHSG siang tadi terus melemah18,62 poin atau 0,31% menjadi 6.052,10 sedangkan tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka meningkat 1,11 poin setara 0,02% ke level 6.071,83. Kemarin, IHSG bertambah 6,127 poin atau 0,101% menjadi 6.070,716.

Sektor saham dalam negeri sore ini bergerak variatif saat sektor consumer jatuh terdalam mencapai 0,74% disusul sektor keuangan menyusut 0.69%. Sedangkan sektor pertambangan terkuat tertinggi sebesar 1,64%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,50 triliun dengan 12,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp462,58 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,25 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,79 triliun. Tercatat 161 saham menguat, 161 saham melemah dan 166 saham stagnan.

Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp250 menjadi Rp80. PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menguat Rp150 ke level Rp3.130 dan PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) meningkat Rp66 menjadi Rp416.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) turun Rp200 menjadi Rp9.400, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melemah Rp100 menjadi Rp10.700 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp100 ke posisi Rp2.760.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (29/11/2017) sebagian besar pasar saham Asia ditutup lebih tinggi, atau tidak terlalu berpengaruh dengan uji coba rudal terbaru oleh Korea Utara (Korut). Lompatan bursa saham Asia mengikuti Wall Street yang pada penutupan perdagangan kemarin waktu setempat mencetak hasil positif seiring kabar kemajuan reformasi pajak.

Indeks Nikkei Jepang bangkit tidak terimbas uji coba rudal terbaru Korut, dengan kenaikan mencapai 0,49% untuk menutup perdagangan pada level 22.597,2. Eksportir utama mendapatkan dorongan dari penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Yen Jepang. Saham produsen mobil mixed, namun teknologi ditutup sebagian besar lebih tinggi.

Di seberang Selat Korea, indeks Kospi sedikit berubah dengan kehilangan 0,05% atau setara dengan 1,29 poin ke level 2.512,90 terseret kejatuhan beberapa perusahaan teknologi. Heavyweight Samsung Electronics ditutup jatuh mencapai sebesar 1,28% sementara saham lainnya yang terpengaruhi rudal Korut yakni Lotte Shopping anjlok  2,34% dan LG Household serta Healthcare kehilangan 0,41%.

Sementara bursa saham Australia yakni indeks ASX 200 menutup sesi lebih tinggi 0,45% menjadi 6.011,12 ketika saham keuangan merangkak naik sebesar 0,62%. Pada pasar saham di daratan China terlihat masih tertekan, meskipun berakhir dalam wilayah positif. Komposit Shanghai mendatar sebesar 0,13% untuk ditutup pada level 3,338 dipimpin keunrungan saham properti.

Komposit Shenzhen tidak terkecuali juga mendapatkan tambahan sebesar  0,04% dan berakhir menjadi 1.919,06. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong berkurang 57,02 atau 0,19% ke level 57,02.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak