alexa snippet

Hadirkan Sensasi Segar di Dalam Rumah

Hadirkan Sensasi Segar di Dalam Rumah
Hadirkan Sensasi Segar di Dalam Rumah. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Salah satu fungsi taman di dalam rumah adalah memberikan kesegaran dan pencahayaan alami bagi rumah tinggal. Fungsinya sering terabaikan manakala zoning ruang dalam rumah tinggal mendominasi.

Taman di dalam ruangan bisa dibentuk, juga bisa ditiadakan manakala kondisi dan keterbatasan ruang yang ada, misalnya membuat batasan antara garis luar dan dalam. Apa pun latar belakangnya, taman merupakan suatu kebutuhan bagi sebuah rumah tinggal. Karena itu, pemanfaatan taman atau yang suka disebut ruang luar secara maksimal sangat penting diupayakan untuk tetap menjaga keseimbangan sirkulasi udara.

Bagi sebagian orang yang beruntung karena memiliki lahan atau area yang luas di rumah tinggalnya, maka potensi untuk mengolah ruang luarnya akan lebih leluasa. Misalkan, Anda membeli dua kaveling tanah, maka alangkah baiknya jika satu kaveling tanah diperuntukkan sebagai ruang luarnya. Luasnya lahan yang tersedia akan memudahkan Anda untuk meletakkan tanaman dan elemen apa saja yang Anda inginkan untuk mempercantik taman.

Misalkan Anda bisa menempatkan kolam, stepping stones, lampu taman, hingga gazebo. “Dalam hal membuat ruang luar, kita tidak harus memiliki lahan yang luas, tetapi minimal taman di dalam rumah bisa selalu dinikmati dari setiap sudut di dalam rumah. Sebagai contoh apabila kita memiliki lahan yang memanjang ke belakang, maka kehadiran taman bisa membantu mengakomodasi kebutuhan sang pemilik rumah,” sebut arsitek lanskap Herlin Wibowo.

Kehadiran taman di dalam juga dapat berfungsi memaksimalkan hubungan visual yang berkesinambungan antara ruang dalam dan ruang luar, serta memasukkan udara segar dan cahaya alami ke dalam rumah. Dengan begitu, ruang dalam pun akan terasa sejuk seperti ruang luar. Adanya taman semacam ini akan membingkai ruangan dan menjadi unsur kejutan di dalam rumah.

“Untuk kasus yang seperti ini, biasanya akan lebih efektif apabila kita membuat courtyard dengan taman dinding. Biasanya berupa tebing buatan atau batu alam yang menempel di dinding,” kata Herlin.

Sebaiknya untuk menghias tebing taman, Anda bisa menggunakan jenis tanaman yang pertumbuhannya lambat dan hanya membutuhkan sedikit cahaya matahari karena letaknya yang terlindung di dalam rumah. Misalnya dari jenis paku-pakuan, suplir, tanaman air, dan lain-lainnya. Untuk menambahkan kesan alami, bisa Anda tambahkan kolam ikan ataupun kolam tanaman air, tapi tentu saja biaya pembuatannya akan lebih mahal. Bila lahan yang tersedia tidak memadai, tak ada salahnya menghadirkan kesegaran alam di dalam rumah, misalkan dengan meletakkan taman kering atau bunga artifisial. Namun, memang pada umumnya konsep seperti ini sering diaplikasikan di rumah bergaya minimalis.

“Untuk taman di dalam rumah, area yang dibutuhkan biasanya hanya 1 sampai 12 meter persegi sehingga sangat cocok untuk aplikasi di rumah mungil. Taman seperti ini sangat irit air sehingga tidak memerlukan banyak waktu untuk menyiram,” lanjut Herlin.

Taman yang digunakan untuk area di dalam adalah jenis evergreen, seperti jenis palem, kaktus dan sukulen yang penyiramannya hanya perlu dilakukan sesekali. Medianya pun cukup dengan meletakkan di wadah seperti pot atau tembikar. Kemudian ditata di atas hamparan pasir atau bebatuan. (Aprilia S Andyna)
 


 
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top