alexa snippet

Diapresiasi Nasabah, Kinerja Bank Mayora Terus Meroket

Diapresiasi Nasabah, Kinerja Bank Mayora Terus Meroket
Direktur Kepatuhan Bank Mayora Tiolina Tumanggor (baju hijau) saat meresmikan KCP Kemang Pratama, Bekasi, Jabar, baru-baru ini. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Mayora (Bank Mayora) berhasil menunjukkan kemampuannya untuk survive dari badai krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Berdiri sejak 28 Juli 1993, bank tersebut kini menjelma menjadi salah satu bank dengan berkinerja baik yang dipercaya masyarakat.

Hal ini bisa dilihat dari kinerja perusahaan selama lima tahun terakhir. Tahun 2012, aset Bank Mayora hanya Rp2,28 triliun, lalu berturut-turut naik hingga pada 2016 mencapai Rp5,36 triliun. Begitu juga dengan kredit yang disalurkan, pada 2012 nilainya Rp1,34 triliun dan di 2016 melonjak menjadi Rp3,36 triliun.

Kondisi yang sama terjadi dengan tingkat kepercayaan masyarakat menyimpan dana segarnya di Bank Mayora. Tahun 2012, dana pihak ketiga (DPK) hanya Rp1,88 triliun dan empat tahun kemudian meroket hingga Rp4,01 triliun.

Pencapaian tersebut diikuti dengan peningkatan laba bersih perusahaan. Jika di 2012 hanya bisa menyumbang Rp7,7 miliar laba bersih kepada pemegang saham, tahun 2016 melonjak hingga Rp56,3 miliar.

Prestasi itu diraih dengan kerja keras dan cerdas. Manajemen Bank Mayora terus berusaha berinovasi guna memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, khususnya di segmen ritel dan konsumer. Terlebih sejak memperoleh status sebagai Bank Umum Devisa oleh Bank Indonesia per tanggal 7 Mei 2013, akselerasi pertumbuhan Bank Mayora kian bertambah.

Masuknya International Finance Corporation (IFC) dengan melakukan investasi penyertaan modal sebesar Rp290 miliar atau USD22 juta ikut mendongkrak kinerja perseroan. Tambahan modal dari lembaga keuangan yang merupakan anggota Kelompok Bank Dunia itu semakin memperkuat struktur permodalan dan mendukung Bank Mayora memperluas pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

"Pada Maret 2016, kami secara resmi masuk bank kategori BUKU II atau bank dengan modal inti Rp1 triliun-Rp5 triliun, yang membuat lini bisnis Bank Mayora menjadi kian beragam. Kami mulai merambah lini bisnis baru, antara lain bancassurance dan wealth management," ungkap Irfanto Oeij, Direktur Utama Bank Mayora, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Kinerja anak usaha dari Mayora Group ini yang terus kinclong telah diakui oleh berbagai pihak dengan diraihnya penghargaan dari pihak independen. Antara lain meraih predikat "Sangat Bagus" di ajang Infobank Award 2016.

"Kami juga berhasil tercatat sebagai bank dengan tingkat efisiensi terbaik dengan menerima The Most Efficient Bank Bisnis Indonesia Award 2016. Prestasi lain yang tak kalah membanggakan adalah diperolehnya 6 penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia 2016 dan menjadi salah satu perusahaan dengan Tata Kelola Perusahaan yang sehat, transparan dan profesional dalam Indonesian GCG Award 2016 (IGCGA)," papar Irfanto Oeij bangga.

Ditanya apa kunci sukses dari Bank Mayora hingga mampu bertahan sampai sekarang, dia menjawab, manajemen senantiasa meningkatkan pelayanan kepada nasabah maupun mitra kerja. Dengan tujuan agar dapat terus bersaing dan memiliki competitive advantage yang lebih dari para kompetitor.

"Pemberian kemudahan dan benefit kepada para nasabah dalam produk usaha, serta kecepatan dalam setiap penyelesaian keluhan nasabah menjadi perhatian serius Bank Mayora," ucapnya.

Guna melayani nasabahnya, kata dia, pihaknya terus membangun kantor guna mendekatkan diri kepada masyarakat dan nasabah. Selain itu terus menambah layanan ATM dan peningkatan jumlah EDC.

"Kami sudah memiliki 45 kantor, 51 ATM, dan 1.287 unit EDC (hingga akhir 2016). Semua dilakukan guna semakin memberikan layanan terbaik bagi nasabah," pungkas Irfanto Oeij.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top