alexa snippet

Genjot Infrastruktur, SMI Beri Pinjaman ke Daerah

Genjot Infrastruktur, SMI Beri Pinjaman ke Daerah
PT SMI mendapatkan mandat dari pemerintah, dalam upaya menggenjot pembangunan infrastruktur dengan mengambil peran lewat pemberian produk pinjaman ke pemda. Foto/Ilustrasi
A+ A-
YOGYAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendapatkan mandat dari pemerintah, dalam upaya menggenjot pembangunan infrastruktur dengan mengambil peran lewat pemberian produk pinjaman bagi pemerintah daerah (Pemda). Program pembiayaan bagi daerah ini juga telah dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo di hadapan para gubernur dan bupati.

“Presiden menyampaikan jika daerah ingin membangun infrastruktur bisa dikolaborasikan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah)-nya dengan melakukan pinjaman daerah ke SMI,” terang Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini kepada wartawan peserta Media Gathering, Jumat (8/12/2017).

Lebih lanjut Ia mengutarakan pihaknya akan terus mendorong percepatan pembangunan infastruktur dengan skema hasil koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan serta Kementerian Koordinator Ekonomi. “Ini jadi tool percepatan pembangunan infrastrutur di daerah. Dari pusat APBN, APBD dan dikolaborasikan dengan pinjaman (dari PT SMI) sehingga tercipta akselerasi infrastruktur di level daerah,” terangnya.

Sejumlah daerah telah menangkap peluang ini, seperti di Provinsi Sultra, Kabupaten Karangsem, Kota Surakarta dan Kota Palu dimana mereka memanfaatkan fasilitas pinjaman jangka menengah dan panjang ini untuk pembiayaan rumah sakit daerah. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kabupaten Boalemo, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lampung Selatan yang menggunakan pembiayaan dari PT SMI untuk pembangunan jalan.

Di Kabupaten Karangasem pinjaman PT SMI ini digunakan untuk membangun pasar. Hasilnya pasar yang dulu hanya menampung 300 pedagang saat ini mampu menampung hingga 2.000 pedagang dengan peningkatan pendapatan dari Rp800 juta menjadi Rp1,2 miliar. Skema pembiayaan PT SMI ini mendapat sambutan positif dari daerah.

Sekda DIY Gatot Saptadi menyebut skema ini sesuai dengan misi Gubernur DIY bagaimana memanfaatkan peluang penyediaan dana untuk pembangunan. “Ini cukup realistis dan bisa diterapkan untuk pembangunan infrastruktur publil. Saya juga sudah ada janji ketemu dengan PT SMI,” tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo yang mengutarakan hal tersebut selaras dengan konsep pembangunan pemerintah yang tak lagi mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD namun dengan mengandeng sektor swasta atau BUMN dan BUMD. “Menurut saya sangat menarik hanya memang harus berhitung kemampuan keuangan daerah. Itu kan bukan tanpa bunga,” terangnya.

Lebih jauh Hasto menerangkan, saat ini Kulonprogo tengah membangun rumah sakit yang menelan anggaran hingga Rp270 miliar. Sejuah ini pembangunan fisik gedung RS dibiayaai oleh skema multiyear dari APBD Kabupaten dan Provinsi. “Untuk alat, saya berfikir ke sana (pinjaman PT SMI). Kalau alat kita menghitungnya kan lebih mudah. Untuk gedung tidak, namun untuk alat kita memang berfikir ke sana karena menghitung BEP-nya lebih mudah,” tegasnya.

Selain untuk pembelian alat medis, Ia mengaku juga tengah mempertimbangkan untuk mencari pembiayaan ke PT SMI guna mendanai proyek Bedah Menoreh. Proyek ini adalah pembangunan jalan membelah bukit Menoreh. Jalan ini berfungsi menghubungkan akses New Yogyakarta International Airport (NYIA) dengan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta bagian utara.

Jalan ini juga menghubungkan dari bandara baru ke Borobudur. “Jadi saya tengah berhitung menggunakan pembiayaan PT SMI ini untuk pembelian alat medis dan Bedah Menoreh. Kami tengah kaji bersama dengan tim. Kami menyambut baik program ini,” tegasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top