The 21st Economix FEB UI Sukses Gelar Seminar Internasional, Dihadiri Pembicara Hebat
Kamis, 30 November 2023 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pemahaman globalisasi, Jusuf Kalla menyoroti perang dingin antara sistem ekonomi Amerika Serikat dan Uni Soviet yang berujung pada keruntuhan Uni Soviet. Dia juga membahas transisi Tiongkok dari ekonomi tertutup ke terbuka serta peran teknologi sebagai cerminan utama globalisasi saat ini.
Kalla mengilustrasikan efek globalisasi dalam manufaktur, seperti produksi handphone yang melibatkan desain Amerika, bahan melalui Taiwan, dan produksi di Tiongkok, pola yang juga terjadi dalam industri pakaian. Namun, Kalla juga mengingatkan dampak negatif globalisasi yang mengancam persaingan ekonomi negara berkembang, mengurangi stabilitas pasar global, dan memberikan tekanan pada industri di beberapa negara tersebut.
Koji Hachiyama (COO Economic Research Institute for ASEAN and East Asia-ERIA), hadir dalam seminar internasional. ERIA adalah organisasi internasional yang melakukan riset dan membangun kapasitas terkait interaksi ekonomi, pengurangan kesenjangan pembangunan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro (Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Mantan Menteri Pertahanan), sebagai Keynote Speaker Subtheme 1 membahas "The Significance of Downstream Activities as a Strategy for Economic Development and Restructuring in Developing Countries: The Case of Indonesia" menyampaikan pandangannya.
Dalam konferensi pers, ia menyatakan rasa terima kasih kepada panitia The 21st Economix atas undangannya, dan dengan senang hati ia siap mendukung generasi muda yang akan mewarisi masa depan Indonesia.
Juan Permata Adoe (Wakil Ketua Perdagangan KADIN) membahas strategi downstreaming untuk sustainable Indonesia. "Ekspor Indonesia pada tahun 2023 kini mengalami penurunan sekitar 12 persen, maka kita perlu melihat bagaimana cara meningkatkan ekspor dengan mengadaptasi teknologi," katanya.
Dubes Australia untuk Indonesia, H.E. Ms Penny Williams PSM, pun turut hadir membahas pentingnya ekonomi berkelanjutan dan kemitraan investasi Indonesia dan Australia.
Kalla mengilustrasikan efek globalisasi dalam manufaktur, seperti produksi handphone yang melibatkan desain Amerika, bahan melalui Taiwan, dan produksi di Tiongkok, pola yang juga terjadi dalam industri pakaian. Namun, Kalla juga mengingatkan dampak negatif globalisasi yang mengancam persaingan ekonomi negara berkembang, mengurangi stabilitas pasar global, dan memberikan tekanan pada industri di beberapa negara tersebut.
Koji Hachiyama (COO Economic Research Institute for ASEAN and East Asia-ERIA), hadir dalam seminar internasional. ERIA adalah organisasi internasional yang melakukan riset dan membangun kapasitas terkait interaksi ekonomi, pengurangan kesenjangan pembangunan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro (Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Mantan Menteri Pertahanan), sebagai Keynote Speaker Subtheme 1 membahas "The Significance of Downstream Activities as a Strategy for Economic Development and Restructuring in Developing Countries: The Case of Indonesia" menyampaikan pandangannya.
Dalam konferensi pers, ia menyatakan rasa terima kasih kepada panitia The 21st Economix atas undangannya, dan dengan senang hati ia siap mendukung generasi muda yang akan mewarisi masa depan Indonesia.
Juan Permata Adoe (Wakil Ketua Perdagangan KADIN) membahas strategi downstreaming untuk sustainable Indonesia. "Ekspor Indonesia pada tahun 2023 kini mengalami penurunan sekitar 12 persen, maka kita perlu melihat bagaimana cara meningkatkan ekspor dengan mengadaptasi teknologi," katanya.
Dubes Australia untuk Indonesia, H.E. Ms Penny Williams PSM, pun turut hadir membahas pentingnya ekonomi berkelanjutan dan kemitraan investasi Indonesia dan Australia.
Lihat Juga :