alexametrics

Anomali Dunia Maya

loading...
Anomali Dunia Maya
Introvertly Offline, Extrovertly Online, disingkat #IOEO adalah istilah yang saya berikan untuk menyebut makhluk baru yang kini begitu marak bermunculan di tengah revolusi media sosial. Foto/Ilustrasi
A+ A-
Introvertly Offline, Extrovertly Online, disingkat #IOEO adalah istilah yang saya berikan untuk menyebut “makhluk baru” yang kini begitu marak bermunculan di tengah revolusi media sosial. Saya meramalkan #IOEO ini akan menjadi semacam wabah yang menular begitu ganas di ranah dunia yang kian narsis ini.

Sesuai namanya, #IOEO adalah sosok seseorang yang introvert (pendiam, tertutup, pemalu, low profile, pe nyendiri, kurang pede berada di depan orang banyak) ketika berada di dunia nyata (offline); tapi ternyata kemudian memiliki sifat extrovert (banyak cakap, ramah, periang, terbuka, high profile , overconfident , gokil , suka usil, dan sebagainya) di ranah dunia maya (online).

Jadi, ini adalah makhluk baru jenis amfibi yang hidup di dua alam yaitu alam offline dan online, tetapi dengan karakter yang secara frontal ber tentangan. Di dunia offline mereka adalah sosok introvert , tapi begitu masuk ke ranah online tiba-tiba berubah wujud, menjelma menjadi sosok extrovert. Pertanyaannya, kok bisa? Bagaimana bisa mereka memiliki split personality semacam itu?



Overconfident

Menjawab teka-teki ini, saya jadi ingat sekitar 10 tahun lalu saat saya sedang riset untuk menulis buku Marketing in Venus. Pada saat itu short messaging services (SMS) sedang hot-hotnya di Tanah Air. Kebetulan saya punya teman yang pemalunya minta ampun.

Tak hanya pemalu, Ia juga tak punya nyali kalau menghadapi cewek cantik, apalagi kalau ia sedang naksir pada si cewek. Boro-boro mengungkapkan isi hati kepada si cewek, baru berhadapan saja badan sudah gemet e ran, lidah kelu, dan keringat dingin merayapi seluruh badan.

Akibat itu, acara nembak si cewek men jadi hancur-lebur, gagal berantakan. Itu sebabnya sudah lewat kepala tiga dia tetap saja enggak laku-laku. Ya, tidak kunjung punya pacar karena tak punya nyali untuk nembak si cewek idaman. Kondisi itu berubah 180 derajat begitu SMS hadir. Memang si teman ini tetap saja gemeteran kalau mau nembak face to face ke si calon pacar.

Tapi, begitu menggunakan SMS, sekonyong-konyong nyalinya naik berlipat-lipat hingga 10.000%. Ia menjadi begitu piawai mengolah kata-kata SMS untuk menaklukkan si calon pacar. Melalui SMS ia juga menjadi begitu overconfident mengeluarkan jurus-jurus rayuan gombal agar hati si calon pacar klepek-klepek .

Dan tentu saja, dengan medium SMS Ia tak lagi gemeteran menghadapi si cewek. Untuk mengejar target laku, Ia bahkan begitu pede-nya mengirim rayuan gombal dan nembak melalui SMS ke sepuluh cewek sekaligus. Tentu sambil diiringi gumaman, “mosok nyebar sepuluh enggak ada yang nyangkut satu”.

Dengan mental baja, ia mengeluarkan jurus “jaring laba-laba memasang perangkap”... kwkkwwwkwkkw ...

Split Personality

Pertanyaannya, kenapa seseorang yang tak bernyali di dunia nyata (ketemu faceto face dengan si cewek) tibatiba begitu overconfident ketika berada di ranah maya (menyampaikan isi hati ke si cewek melalui SMS)? Jawabnya, ranah maya seperti SMS menyediakan “ruang privat” yang memungkinkan kita begitu nyaman mengungkapkan isi hati kita kepada orang lain.

Ranah maya seperti SMS menyediakan “ruang personal” yang memungkinkan kita begitu bebas dan lepas menyampaikan perasaanperasaan emosional kita kepada orang lain. Nah , fenomena overconfident teman saya di ranah maya SMS di atas kini terjadi dalam skala yang jauh lebih dahsyat begitu media sosial seperti Twitter atau Facebook hadir.

Ya , karena Twitter dan Facebook memiliki kemampuan yang jauh lebih powerful dalam menjangkau orang lain melalui sebuah jejaring yang amat luas dan masif. Berkat ada Twitter atau Facebook, orang-orang introvert di dunia nyata kini menemukan “medium ekspresi personal” yang memungkinkan mereka begitu nyaman mengungkapkan perasaan-perasaan emosionalnya ke publik.

Berkat Twitter atau Facebook, kini mereka bisa menjadi lebih terbuka, lebih high profile, lebih periang, dan tidak lagi pemalu seperti ketika mereka berada di dunia nyata. Ekspresiekspresi emosional seperti keramahan, keriangan, humor, ngocol , suka usil, atau gokil bisa dengan ekspresif dan lepas mereka ungkapkan melalui cit-citcuit di Twitter atau update status di Facebook.

Singkatnya, berkat Twitter atau Facebook, kini mereka menjelma dari sosok introvert yang kesepian menjadi sosok extrovert yang menjadi pusat perhatian. Inilah yang menjelaskan terjadi split personality: di ranah nyata pemalu minta ampun dan penyendiri; tapi di ranah maya mereka menjadi sosok yang gaul, ramah, penuh humor, suka ngocol, gokil abis, hobi usil, dan sebagainya. Inilah yang saya sebut fenomena #IOEO.

YUSWOHADY
Managing Partner, Inventure www.yuswohady.com
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak