alexa snippet

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Rp8,1 Triliun

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Rp8,1 Triliun
Dalam menghadapi natal dan tahun baru, BI Jabar menyiapkan cadangan uang senilai Rp8,1 triliun. Grafis/Ist
A+ A-
BANDUNG - Dalam menghadapi natal dan tahun baru, Bank Indonesia (BI) Jawa Barat (Jabar) menyiapkan cadangan uang senilai Rp8,1 triliun. Dua momen di akhir tahun itu diperkirakan bakal menyedot banyak uang untuk kepentingan liburan dan pulang kampung.

Kepala Kantor BI wilayah Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat memperkirakan, penarikan uang dari BI pada momen Natal dan Tahun Baru 2018 diprediksi mencapai Rp3,3 triliun. Angka tersebut lebih besar dari outflow 2016 yang mencapai Rp2,2 triliun.

"Walaupun penarikan uang diprediksi hanya Rp3,3 triliun, tapi kami menyiapkan cadangan uang lebih dari Rp8,1 triliun. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir atas ketersediaan uang kartal di Jabar," jelas dia di Kantor BI Bandung, kemarin.

Menurutnya, tidak hanya menyiapkan cadangan uang yang sewaktu-waktu bisa ditarik, BI juga menggerakkan mobil kas keliling, yakni di Sukabumi, Subang, dan Pangandaran. Mereka akan bergerak memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menarik atau menyetorkan uang.

Wiwiek mengatakan, perputaran uang di akhir tahun yang cukup tinggi, mestinya menjadi perhatian masyarakat untuk tetap waspada. Terlebih, saat ini mendekati momen datangnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

Biasanya, lanjut dia, saat datang momen Pilkada, tekanan uang palsu cenderung meningkat. Pengalaman pada momen Pilkada atau pemilu 2014 dan 2015, ditemukan banyak uang palsu yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

"Kami terus lakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan lainnya untuk menekan peredaran uang palsu. Termasuk melakukan sosialisasi Cikur (ciri-ciri uang rupiah) kepada masyarakat, agar mereka mengelani uang palsu dan asli," imbuh Wiwiek.

Menurutnya, BI terus melakukan pemantauan uang rupiah dengan melakukan penggantian uang yang sobek atau lusuh. Setiap bulannya, setidaknya BI memusnahkan sekitar Rp3,5 sampai Rp4 triliun per bulan.

Kepala Group BI Bandung Sukarelawati Permana mengatakan, cadangan uang di BI Rp8,1 triliun pada tahun ini naik sekitar 43,3% dibanding tahun lalu. Ketersediaan uang cadangan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan uang masyarakat.

"Kenaikan stok uang kartal di BI mengantisipasi naiknya permintaan di akhir tahun, seperti pembayaran gaji bulanan, ATM pada hari libur. Serta persiapan untuk pencairan dana BOS, gaji seritifikasi guru, pencairan dana hibah, dan lainnya," jelas Sukarelawati.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top