alexa snippet

Jaminan Sosial Tenaga Kerja Semakin Transparan di Era Digital

Jaminan Sosial Tenaga Kerja Semakin Transparan di Era Digital
Era digital banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tak hanya di negara-negara maju tapi juga negara berkembang. Hal ini menjadi salah satu yang mendorong BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan platform digital. Foto/SINDOnews/Anton Chrisbiyanto
A+ A-
JAKARTA - Era digital banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tak hanya di negara-negara maju tapi juga negara berkembang. Digitalisasi kini menjangkau seluruh aspek kehidupan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga gaya hidup.

Masyarakat saat ini bisa memenuhi kebutuhan pokoknya seperti membeli bahan makanan, makanan jadi, obat-obatan, pakaian hingga kebutuhan hidup lainnya hanya lewat sentuhan jari di smartphone.

Hingga Maret 2017, Internet World Stats mencatat estimasi jumlah penduduk Indonesia mencapai 263 juta jiwa dengan jumlah pengguna internet 132 juta jiwa. Angka ini menempatkan Indonesia pada urutan ke-5 sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, dan Brasil.

Tingkat penetrasi internet di Indonesia hingga Maret 2017 mencapai 50,4%, meningkat drastis dari tahun 2016 yang tercatat 34,1%. Itu artinya, masyarakat kini memilih kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya. Apalagi, pengguna internet  akan terus bertambah dalam tahun-tahun mendatang.

Kemudahan akses inilah salah satu yang mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menghadirkan platform digital. Melalui platform Android dan IOS, aplikasi ini bisa diakses dengan mudah dimana saja oleh para peserta. Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan aplikasi layanan pendaftaran bagi para pekerja yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Fitur yang dihadirkan user friendly. Ini tentu memudahkan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengetahui jumlah saldonya," kata Choirul Arifin, pekerja swasta yang berkantor di Palmerah Barat, Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Tak hanya menghadirkan kemudahan, lanjut Arifin, aplikasi yang bisa di-download di Playstore dan App Store itu juga menghadirkan kepraktisan. "Bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Sehingga mudah mengetahui apakah iuran sudah dibayarkan oleh perusahaan atau belum," ujarnya.

Dia mengungkapkan, dengan kemudahan akses yang diberikan tersebut, segala sesuatu terkait dengan peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa diketahui oleh yang bersangkutan.

Hal yang sama disampaikan oleh Sugeng Sumaryadi, pekerja di salah satu perusahaan penyiaran di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Dia mengungkapkan, jika sebelumnya dirinya menerima laporan dalam bentuk print out, namun sekarang dirinya tak memerlukan lagi. "Dulu laporan saldo dan lainnya sering terlambat disampaikan oleh kantor. Sekarang segala sesuatunya bisa langsung saya lihat sendiri lewat smartphone atau laptop," ujarnya.

Sugeng yang lima tahun lagi akan mengakhiri masa tugasnya itu mengaku bersyukur perusahaan tempat dirinya bekerja rutin membayarkan iuran. Sehingga saldo yang dimilikinya cukup untuk modal saat pensiun kelak. "Lima tahun lagi saya pensiun. Meski tak terlalu besar, ada jaminan hari tua yang bisa dicairkan sehingga bisa untuk modal membuka usaha," tukas bapak tiga anak ini.

Tak hanya untuk para pekerja penerima upah saja, BPJS Ketenagakerjaan juga menghadirkan kemudahan akses bagi para peserta Bukan Penerima Upah (BPU). Sebab, BPU berbeda dengan pekerja formal di mana kepesertaannya diurus oleh pemberi kerja.

Sugeng menilai, dengan fokus mengembangkan platform digital, BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses oleh seluruh masyarakat di berbagai wilayah. Sehingga seluruh pekerja bisa mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan itu merupakan perlindungan dasar. Jadi sangat dibutuhkan oleh masyarakat," tegasnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top