alexametrics

Cegah Macet, 3 Proyek di Cikampek Distop

loading...
Cegah Macet, 3 Proyek di Cikampek Distop
Cegah Macet, 3 Proyek di Cikampek Distop. (Dok.SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - Tiga proyek besar yang saat ini berlangsung di jalan tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan selama 12 hari guna mencegah kemacetan parah saat libur panjang Natal dan Tahun Baru. Antisipasi kemacetan juga dilakukan dengan pembatasan truk di sejumlah ruas tol.

Kebijakan terbaru pemerintah menghentikan sementara proyek Jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated), light rail transit (LRT), dan kereta cepat Jakarta-Bandung ini merupakan hasil kesepakatan dari rapat bersama terkait Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Rapat dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadji, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI ‎Marsekal Hadi Tjahjanto. Hadir pula, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik.



Antisipasi kemacetan serta perbaikan layanan transportasi ini juga diingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas kabinet membahas persiapan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Istana Merdeka Jakarta, kemarin. Menurut Jokowi, pelayanan transportasi perlu mendapat perhatian karena pada akhir 2017 ini ada liburan yang sangat panjang. Layanan transportasi harus lancar dan mudah diakses oleh masyarakat. "Saya juga minta diperhatikan terkait pelayanan transportasi," pinta Presiden.

Adapun penghentian tiga proyek di ruas Cikampek akan dimulai Jumat (22/12/2017) mendatang dan berakhir pada Selasa, 2 Januari 2018. Jalan tol Cikampek merupakan akses utama kendaraan keluar dari Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memprediksi, puncak arus balik di ruas ini akan terjadi pada akhir pekan ini, mulai 22 hingga 24 Desember. Pada 22 Desember tersebut diperkirakan akan ada 130.000 unit kendaraan yang melewati ruas tol Cikampek. Jumlah tersebut melonjak 32,05% dibandingkan pada hari normal yang jumlahnya mencapai 78.000 unit kendaraan.

‎‎Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani memastikan semua proyek pembangunan di ruas tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan sementara sejak 22 Desember. "Jadi pada tanggal tersebut semua pengerjaan proyek harus berhenti. Mudah-mudahan ini bisa meminimalisir kemacetan," kata Desi.

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengungkapkan pihaknya akan memberlakukan contra flow jika terjadi kepadatan parah di tol Cikampek. Lajur dari arah timur akan diambil satu lajur untuk jalur dari Jakarta. "Kami juga akan menutup rest area jika terjadi kepadatan. Bahkan kalau padatnya panjang kemungkinan di gate tol akan digratiskan," ungkapnya.

Pembatasan Truk
Antisipasi juga dilakukan dengan membatasi operasional mobil barang atau truk di ruas tol. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kendaraan besar tersebut dilarang melintas di tol wilayah Jabodetabek dan sejumlah ruas tol lainnya di Indonesia.

Kendaraan berat yang terkena pembatasan operasional adalah truk yang digunakan untuk mengangkut barang galian dan tambang, antara lain, pasir, tanah, batubara, atau mobil barang dengan jumlah berat lebih dari 14.000 kilogram. Pembatasan juga diberlakukan terhadap truk barang bersumbu tiga serta truk yang menggunakan kereta gandengan. Pembatasaan operasional untuk mobil barang jenis tersebut dilakukan mulai 22 Desember pukul 00.00 WIB hingga 23 Desember pukul 24.00 WIB. Sedangkan untuk periode Tahun Baru 2018 dimulai pada 29 Desember pukul 00.00 WIB hingga 30 Desember pukul 24.00 WIB.

Pembatasan operasional kendaraan ini berlaku di ruas Tol Jakarta-Merak; Tol Jakarta-Cikampek; Tol Jakarta-Purbaleunyi; Tol Prof Soedyatmo (Tol Bandara); Tol Jagorawi; Tol Brebes Timur; Tol Bawen-Salatiga dan ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk.

"Sifatnya imbauan, tetapi kalau macet langsung kita singkirkan, atau dikandangkan. Dialihkan ke Pantura. Jadi ini bukan larangan, tidak dipaksakan," tandas Menhub usai menghadiri video conference bersama pejabat terkait di Mabes Polri.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, pihaknya menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) aman saat libur Natal dan Tahun 2018.‎ Pertamina juga tetap menyediakan BBM kemasan di beberapa titik tempat peristirahatan termasuk mengantisipasi persedian BBM di tempat-tempat wisata. ‎"Pokoknya tidak ada bedanya dengan Lebaran. Cuma pada saat libur nantu size-nya lebih kecil. Natal dan Tahun Baru 2018 ini pasokannya 50% dari pasokan untuk Lebaran," ungkapnya.

Mengenai stok elpiji, Elia juga memastikan ‎sudah naik ke tingkat aman, yaitu yang tadinya berada di level 11 hari naik menjadi 17 hari. Pertamina juga sudah mengantisipasi apabila terjadi ombak pasang dengan cara mendorong pengiriman stok elpiji.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro menilai persiapan menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru sudah berjalan cukup bagus. Namun intensitas hujan yang cukup tinggi membuat pihaknya lebih waspada terhadap ancaman bencana di jalur KA. “Fokus kami memperhatikan daerah-daerah rawan seperti rawan longsor, rawan ambles, rawan banjir," katanya saat pengecekan di Stasiun Purwokerto, sore kemarin.

Di Yogyakarta, otoritas Bandara Internasional Adisutjipto menyiapkan extra flight untuk memberikan layanan di hari Raya Natal dan Tahun baru. Kepastian ini disampaikan setelah Lanud Adisutjipto menghentikan penerbangan militer guna memberikan layanan bagi penumpang pesawat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Persiapan juga terlihat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara. Berbagai persiapan dilakukan antara lain perbaikan ruang tunggu, pengadaan fasilitas kursi roda bagi penumpang berkebutuhan khusus, monitor flight information display system (FIDS) berukuran besar dan penggunaan digital signage untuk menemukan lokasi tenant atau fasilitas bandara. (M Yamin/Suharjono/Cahya Sumirat/Ant)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak