alexametrics

BI Ramal Ekonomi Global Tahun Depan Semakin Cerah

loading...
BI Ramal Ekonomi Global Tahun Depan Semakin Cerah
BI memprediksi pemulihan ekonomi global akan terus berlanjut di tahun depan, dan pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan semakin membaik. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi pemulihan ekonomi global akan terus berlanjut di tahun depan, dan pertumbuhan ekonomi dunia pun diperkirakan akan semakin membaik.

Hal ini terlihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi dunia yang pada tahun lalu masih di angka 3,2%, namun pada tahun ini diperkirakan akan tumbuh di angka 3,6%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, pada 2018 pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih di angka 3,6%. Menurutnya, perbaikan ini terjadi cukup merata baik di negara maju (advanced economy) ataupun di negara berkembang (emerging market).

"Pertumbuhan ekonomi dunia membaik cukup merata baik di negara maju atau negara berkembang. di advanced economy yang dulu pertumbuhan ekonominya 1,7% sekarang di 2,1% dan tahun depan 2,0%. Negara berkembang tadinya 4,3%, tahun ini 4,6% dan tahun depan 4,8%," katanya dalam media briefing di Gedung BI, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Perbaikan ekonomi global, kata mantan Menteri Keuangan ini, juga terlihat dari perdagangan dunia yang meningkat. Di mana, pada tahun lalu masih di angka 1,4% dan tahun ini di angka 4,2%.

Sementara, harga komoditas dari sebelumnya 5,4% langsung meroket pertumbuhannya hingga 22,2%. "Pertumbuhan perdagangan dunia tahun depan sekitar 3,6%, sedangkan harga komoditas tahun depan masih akan ada perbaikan sekitar 0,5%," tutur dia.

Agus menambahkan, jika sejak 2015 prediksi pertumbuhan ekonomi dunia terus dikoreksi menurun, namun tahun ini justru dikoreksi ke atas. Diharapkan, tahun depan masih akan terus terjadi perbaikan dalam kondisi perekonomian global.

"Sejak 2017 dan nanti kita harapkan di 2018, itu pertumbuhan ekonomi dunia terlihat dikoreksi dan dikoreksinya membaik atau meningkat. Jadi, ini kondisi yang kita sambut baik dan ini adalah satu kondisi yang tentu harus diambil kesempatan oleh Indonesia," terangnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak