alexametrics

Aliran Penanaman Modal Target Tumbuh Rp765 Triliun di 2018

loading...
Aliran Penanaman Modal Target Tumbuh Rp765 Triliun di 2018
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis aliran penanaman modal yang masuk terus tumbuh di tahun 2018 mencapai sebesar 12 hingga 13%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis aliran penanaman modal yang masuk terus tumbuh di tahun 2018. Pencapaian penanaman modal hingga September 2017 telah mencapai Rp513 Triliun atau 76% dari target untuk 2017 sebesar Rp´╗┐678,8 Triliun.

Sedangkan untuk 2018 pihaknya optimistis menargetkan pertumbuhan sebesar 12-13% atau menjadi Rp765 Triliun. “Kami yakin target 2017 dapat tercapai. Untuk tahun 2018 ini kami juga yakin bisa tumbuh karena sudah seharusnya. Kebutuhan pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin tinggi,” terang Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya investor akan selalu melihat prospek Indonesia dalam jangka 5-10 tahun. Karena itu sangat penting untuk merealisasikan janji dan membuktikan komitmen pemerintah khususnya untuk perbaikan iklim investasi.

Lebih lanjut Ia menerangkan fokusnya dapat diarahkan pada rencana deregulasi dari 1 hingga 16 yang harus segera dilakukan. “Masalahnya ada pada penerapan di daerah. Seperti proses perizinan yang masih berbelit atau dipersulit di daerah masih banyak menghambat investor,” paparnya.

Dia menambahkan semua Kementerian dan Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah sudah seharusnya menyamakan visi dalam melihat tujuan pembangunan infrastruktur. Ditegaskan olehnya infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional, sehingga semua harus punya impian yang sama.

“Dalam tiga tahun terakhir ada Rp5 ribu triliun minat investasi untuk masuk. Ini buktinya minat investasi sangat tinggi. Tapi jangan hanya sebatas minat namun harus jadi realisasi. Realisasi investasi bisa memakan waktu 3 hingga 5 tahun. Namun sejak mulai proses konstruksi bisa dirasakan percepatan perekonomian yang bergerak,” ujarnya.
(akr)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top