alexametrics

Sisi Lain CEO Lookman Djaja Group, Kyatmaja Lookman

Cari Pengalaman dengan Bekerja Sambilan di Supermarket

loading...
Cari Pengalaman dengan Bekerja Sambilan di Supermarket
Chief Executive Officer (CEO) Lookman Djaja Group, Kyatmaja Lookman. FOTO/KORAN SINDO
A+ A-
JIKA ada pengusaha yang tidak mengambil cuti panjang saat musim libur Tahun Baru 2018, Kyatmaja Lookman adalah salah satunya. Chief Executive Officer (CEO) Lookman Djaja Group ini disibukkan dengan berbagai rapat terkait larangan truk beroperasi pada musim liburan akhir tahun dari Kementerian Perhubungan.

Sebagai seorang pengusaha sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemilik Truk Indonesia, pria yang akrab dengan sapaan Kyat ini, memiliki kesibukan luar biasa. Meski begitu, di tengah kesibukannya, sebisa mungkin dia mengambil waktu libur yang ditetapkan pemerintah. Pada waktu-waktu seperti itulah Kyat bisa menemani ketiga anaknya.

"Kalau hari libur saya off, karena perjanjiannya sudah begitu dengan keluarga saya. Kesibukan sudah pasti, pulang malam berangkat pagi Senin sampai Sabtu. Selebihnya, saya bersama keluarga," ucap putra sulung dari Kandradi Lookman, pendiri Lookman Djaja itu.

Meski setiap hari tak bisa berlama-lama menemani keluarga, terutama anak-anaknya, sebisa mungkin pria kelahiran Surabaya, 12 Januari 1981, itu menyempatkan diri mengantar anak-anaknya ke sekolah. Dia beralasan, pada momentum seperti itulah kesempatan baginya untuk bisa bercengkerama dengan buah hatinya.

"Bagaimana pun sibuknya saya, sebisa mungkin mengantar anak-anak kesekolah. Kalau hari biasa saya bisa kerja sampai malam, waktu saat anak-anak saya sudah tertidur," ungkapnya.

Cara lain yang ditempuhnya adalah memastikan komunikasi lewat media sosial. Bagi Kyat, berkomunikasi dengan anak-anak adalah sebuah kewajiban. "Saya bisa dikontak kapan saja, termasuk lewat anak-anak. Mau telepon langsung atau lewat komunikasi dengan Whatsapp sekalipun," katanya.

Tidak hanya keluarga, sebagai seorang CEO dirinya juga mudah dihubungi berbagai kalangan mulai dari bawahan, staf, hingga jurnalis. Sikap low profile ini didapatkan dari didikkan orang tua yang sudah sejak kecil dibudayakan. Karena itu, tidak mengherankan jika Kyat terbilang supel alias bisa bergaul dengan berbagai kalangan.

Bahkan, saat masih kuliah di Sydney, Australia, Kyat sempat bekerja sambilan sekaligus mencari pengalaman di Woolworths Supermarket, salah satu supermarket terbesar di Sydney. Dia memilih shift kerja malam lantaran paginya harus kuliah. Hal-hal seperti itu menempa dirinya menjadi pekerja keras dan tidak tergantung kepada orang lain. "Saya kira semuanya tergantung didikkan orang tua. Saya dari kecil hingga kuliah dibiasakan mandiri dan bersikap apa adanya. Maka saya bisa bergaul dengan semua kalangan," pungkasnya.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak