alexametrics

Menutup Sesi Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Makin Kokoh

loading...
Menutup Sesi Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Makin Kokoh
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menutup perdagangan, Jumat (12/1) kokoh di zona hijau untuk melanjutkan tren positif sepanjang hari ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menutup perdagangan, Jumat (12/1/2018) kokoh di zona hijau untuk melanjutkan tren positif sepanjang hari ini. Lonjakan mata uang Garuda hingga perdagangan sore terjadi saat USD tak berdaya lawan Yen Jepang.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi perdagangan sore berada di level Rp13.350/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya Rp13.397/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.348-Rp13.397/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg di akhir sesi hari ini bertengger ke level Rp13.353/USD atau membaik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.400/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.346-Rp13.373/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga perdagangan sore hari ini juga meningkat menjadi Rp13.350/USD. Posisi tersebut menunjukkan rupiah semakin perkasa dari penutupan kemarin pada level Rp13.397/USD.

Lompatan rupiah juga terlihat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini, yang tertahan dalam level Rp13.362/USD. Rupiah terus melesat dari posisi akhir perdagangan Kamis kemarin, Rp13.427/USD.

Seperti dilansir Reuters, euro melonjak tinggi di atas level tertinggi 1,21 terhadap USD untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada perdagangan akhir pekan. Lonjakan euro seiring harapan yang berkembang bahwa Bank Sentral Eropa mengisyaratkan bersiap untuk menghentikan program stimulus moneter masifnya.

Tercatat euro melonjak 0,8% saat melawan USD di level 1,2134 atau menjadi yang terkuat sejak 31 Desember 2014, silam. Posisi tersebut membuat euro berada dalam jalur kenaikan lebih dari 1,5% sejak kemarin dan menjadi kinerja dua hari terkuat beruntun sejak Agustus.

Sementara USD mengalami tekanan saat data harga produsen A.S turun untuk pertama kalinya dalam hampir satu setengah tahun di bulan Desember, yang dapat menurunkan ekspektasi inflasi akan meningkat pada tahun 2018. Terhadap Yen Jepang, USD mencapai titik terendah dalam enam pekan di posisi 111.00.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak