alexametrics

Indonesia Jadi Negara ke-17 Larang Penggunaan Virtual Currency

loading...
Indonesia Jadi Negara ke-17 Larang Penggunaan Virtual Currency
Ilustrasi pelarangan penggunaan Bitcoin. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia pada Sabtu (13/1/2018) mengumumkan bahwa virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman mengatakan, pemilikan virtual currency sangat berisiko dan sarat akan spekulasi karena tidak ada otoritas yang bertanggung jawab, tidak terdapat administrator resmi, tidak terdapat underlying asset yang mendasari harga virtual currency serta nilai perdagangan sangat fluktuatif.



Kondisi di atas rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) serta rawan digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga dapat mempengaruhi kestabilan sistem keuangan dan merugikan masyarakat.

"Oleh karena itu, Bank Indonesia memperingatkan kepada seluruh pihak agar tidak menjual, membeli atau memperdagangkan virtual currency," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (13/1/2018). BI Ingatkan Agar Tidak Bertransaksi dengan Virtual Currency

Keputusan ini menjadikan Indonesia sebagai negara ke-17 yang melarang penggunaan mata uang kripto, sebelumnya pada pekan ini Bank Sentral Korea Selatan juga melakukan hal serupa. Larangan ini seiring dengan keraguan akan mata uang digital, baik dari sisi keamanan dan penggunaannya meski mata uang digital tengah menunjukkan tren meningkat.

Lantas negara-negara mana saja yang melarang penggunaan mata uang digital sebagai alat transaksi. SINDOnews merangkumnya dari beberapa sumber, berikut daftarnya:

1. Thailand, sejak 29 Juli 2013
Mengutip dari CCN.com, Bank Sentral Thailand menyatakan penggunaan mata uang Bitcoin dan mata uang digital lainnya adalah ilegal. Karena UU Thailand menilai virtual currency bukan mata uang.
halaman ke-1 dari 4
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak