alexametrics

Pelindo II Gaet BUMP Bangun Terminal Hewan di Pelabuhan Bengkulu

loading...
Pelindo II Gaet BUMP Bangun Terminal Hewan di Pelabuhan Bengkulu
Pelindo II Cabang Bengkulu menggandeng Badan Usaha Milik Petani (BUMP) untuk membangun terminal hewan di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Foto/Heru Febrianto
A+ A-
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Cabang Bengkulu menggandeng Badan Usaha Milik Petani (BUMP) untuk membangun terminal hewan (live stock) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

GM Pelindo II Cabang Bengkulu Drajat Sulistyo mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BUMP Indonesia.

"Dengan ditandatanganinya MoU ini maka selangkah lagi pembangunan terminal hewan (live stock) di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu akan terealisasi," kata Drajat dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan GM PT Pelindo II Cabang Bengkulu Drajat Sulistyo dan Ketua Seknas BUMP Indonesia Edi Waluyo di kantor Kementerian Bappenas.

Menurut Drajat, MoU ini merupakan tindak lanjut yang dilakukan Pelindo II Cabang Bengkulu tentang rencana pembangunan terminal hewan (live stock) sebagai dukungan kepada pemerintah untuk swasembada daging nasional khususnya di wilyah Sumatera.

"Kami bangga telah menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai sentra hewan khususnya sapi dengan menyediakan fasilitas live stock bagi hewan yang merupakan terminal pertama di Indonesia," jelasnya.

Adapun, penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan oleh staf ahli Menteri Bappenas, Himawan Haroyoga serta dihadiri utusan dari The Australian Lot Feeders Association yang telah bekerja sama dengan BUMP dalam pengembangan sapi di Indonesia.

Seperti diketahui, Pelabuhan Pulau Baai merupakan pilihan dari Kementerian Pertanian menjadi pusat sapi nasional, untuk itu PT Pelindo II Cabang Bengkulu telah menyiapkan lahan live stock seluas 230 hektare (ha) dengan kapasitas maksimal mencapai 700.000 ekor pertahun.

"Terminal sapi skala nasional akan menampung sapi asal luar negeri maupun domestik," tutur dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak