alexametrics

IHSG Dibuka Lanjutkan Tren Negatif, Bursa Korsel Balik Melawan

loading...
IHSG Dibuka Lanjutkan Tren Negatif, Bursa Korsel Balik Melawan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pagi, Rabu (31/1/2018) dibuka masih memerah untuk melanjutkan tren negatif. Foto/SINDO Photo, Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pagi, Rabu (31/1/2018) dibuka masih memerah untuk melanjutkan tren negatif sejak kemarin. IHSG mengawali hari terakhir bulan ini dengan kehilangan 43,14 poin atau 0,66% menjadi 6.532,36.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup terpuruk semakin dalam ke zona merah, untuk melengkapi pelemahan sepanjang hari. Bursa saham Tanah Air berakhir jatuh 1,57% atau 105,13 poin menjadi 6.575,49.

Tercatat sektor saham Tanah Air di awal perdagangan bergerak variatif ketika aneka industri melompat tinggi 1,17% diikuti infrastruktur mencapai 0,85%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa sektor keuangan dan pertambangan yang masing-masing turun 0,31% dan 0.30%.



Adapun nilai transaksi pada sesi pagi perdagangan bursa Indonesia tercatat sebesar Rp838 miliar dengan 564 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp24,94 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp157,47 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp132,53 miliar. Tercatat 39 saham naik, 153 saham turun dan 95 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik Rp325 menjadi Rp9.250, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp200 ke level Rp7.400 serta PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) meningkat Rp200 menjadi Rp80.250.

Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp300 ke posisi Rp7.275, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) berkurang Rp100 menjadi Rp5.325 serta PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) kehilangan Rp60 menjadi Rp1.960.

Seperti dilansir CNBC, sebagian besar indeks Asia diperdagangkan melemah setelah Wall Street melemah beruntun. Tercatat indeks Nikkei Jepang turun tipis 0,18% terseret kejatuhan saham produsen mobil, keuangan dan saham manufaktur diperdagangkan menyusut.

Di antara indeks kelas berat, Fanuc Manufacturing diperdagangkan turun 0,47%, Toyota tergelincir 0,26% dan Fast Retailing menguat 0,43% di pagi hari. Sektor teknologi bergerak mixed, dengan Sony bertambah 0,89% dan SoftBank menyusut 0,52% pada awal sesi.

Pasar saham di seberang Selat Korea, Kospi melawan tren penurunan untuk mendaki 0,31% karena beberapa nama perusahaan teknologi diperdagangkan di wilayah positif. Saham Samsung Electronics melonjak 5,74% setelah mengumumkan pemecahan saham 50: 1.

Sebagian besar saham keuangan diperdagangkan lebih rendah, begitu pula saham yang berhubungan dengan energi. Hal yang jugsa pada sektor manufaktur yang berada di wilayah negatif, dengan indeks steelmaker Posco anjlok sebesar 1,19%.

Pelemahan juga terlihat pada pasar saham Australia, saat S & P/ASX 200 turun tipis 0,15% terseret kinerja terburuk sektor energi di sesi pagi hari karena harga minyak terus menurun. Santos turun 1,84% dan Beach Energy jatuh 5,35%.

Indeks Hang Seng turun 0,06% pada awal perdagangan, dengan saham keuangan mixed setelah mencatat kerugian pada sesi terakhir. HSBC turun 0,65% dan China Construction Bank kehilangan 0,23%. Di daratan, komposit Shanghai turun tipis 0,26% serta komposit Shenzhen tergelincir 0,84%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak