alexametrics

IHSG Ditutup Menghijau di Tengah Kebangkitan Bursa Asia

loading...
IHSG Ditutup Menghijau di Tengah Kebangkitan Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (31/1/2018) ditutup menghijau, saat bursa Asia rebound. Foto/SINDO Photo, reuters
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (31/1/2018) ditutup menghijau, meski sempat tergelincir di awal sesi pagi tadi. IHSG berakhir meningkat ke level 6.605,63 dengan tambahan sebesar 30,14 poin atau setara dengan 0,46%.

Pada sesi I perdagangan, IHSG balik menguat menjadi 6.622,37 dengan tambahan 46,88 poin yang setara dengan 0,71% ketika pada sesi pembukaan menyusut 43,14 poin atau 0,66% ke level 6.532,36. Sebelumnya, pasar saham dalam negeri kemarin ditutup jatuh 1,57% atau 105,13 poin ke posisi 6.575,49.

Sektor saham dalam negeri mayoritas berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan tertinggi sektor aneka industri sebesar 1,87% diikuti industri dasar yang bertambah mencapai 1.39%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa dua sektor pertanian dan pertambangan yang masing-masing berkurang 0,41% serta 0,03%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp12,32 triliun dengan 21,96 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp880,65 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,85 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,97 triliun. Tercatat 218 saham menguat, 162 saham melemah dan 130 saham stagnan.

Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) meningkat Rp200 menjadi Rp7.400, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik Rp140 menjadi Rp2.640 dan PT Paninvest Tbk. (PNIN) bertambah Rp80 ke posisi Rp1.430.

Saham lainnya yang melemah yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp275 menjadi Rp7.300, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) jatuh Rp120 ke level Rp4.060, dan PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) kehilangan Rp100 menjadi Rp10.700.

Dilansir CNBC, beberapa saham Asia membalikkan kerugian di awal perdagangan ke posisi yang lebih tinggi saat indeks Kospi didorong lonjakan saham Samsung. Selain itu indeks Nikkei Jepang ikut bangkit dengan kenaikan 193,68 poin atau 0,83% menjadi 23.098,29 setelah sempat mencetak kerugian pada awal perdagangan.

Kejatuhan saham-saham produsen mobil diimbangi kenaikan pada sektor manufaktur dan teknologi. Lompatan juga terjadi pada Fanuc Manufacturing dengan tambahan 0,96% saat Toyota tergelincir 0,77% dan Fast Retailing menguat 1,86%.

Di sisi lain sektor teknologi mixed ketika Sony bertambah 1,37% dan SoftBank turun 0,18%. Sementara pada pasar saham di seberang selat Korea, indeks Kospi menjadi 2.566,46 dengan tambahan 1,28 poin atau 0,05% lantaran beberapa nama perusahaan teknologi menanjak naik.

Pasar saham Australia juga meningkat meski tidak terlalu besar 0,23% di tengah kenaikan yang terus meluas kecuali energi dan sektor material. Penyusutan terlihat di sektor energi seiring kejatuhan harga minyak untuk diikuti Santos turun 1,36% dan Beach Energy anjlok 4,8%.

Selanjutnya indeks Hang Seng terus menghijau dengan tambahan 279,98 poin atau 0,86% ke level 32.887,27 saat sebagian besar saham keuangan berbalik menguat. HSBC turun 0,36%, namun China Construction Bank naik 0,45% dan AIA meningkat 0,53%. Sektor properti dan energi berada di bawah tekanan, dengan CNOOC turun 1,14%.

Pergerakan mixed terjadi pada daratan China saat Komposit Shanghai naik tipis 0,17% dan komposit Shenzhen kehilangan 0,8%. Data resmi yang dirilis sebelumnya menunjukkan aktivitas pabrik kurang dari yang diperkirakan pada bulan Januari: PMI manufaktur China mencapai 51,3 meleset dari angka perkiraan sebelumnya 51,5 dalam jajak pendapat Reuters.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak