alexametrics

Generasi Milenial Bebas Memilih Pekerjaan

loading...
Generasi Milenial Bebas Memilih Pekerjaan
Generasi Milenial Bebas Memilih Pekerjaan. (Ilustrasi).
A+ A-
JAKARTA - Generasi milenial punya karakteristik khusus dalam mencari pekerjaan. Percaya atau tidak, perusahaan besar kini tidak banyak lagi yang mereka lirik.

Lantas apa saja yang diinginkan anak masa kini untuk berkarier? CEO Karir.com Dino Martin punya jawabannya. Jika bertanya profesi, hal itu sudah tidak relevan untuk generasi milenial. Buat mereka bukan cuma kerja atau berkarier, tetapi lebih tepat kemana mereka mau kerja. “Jadi profesi apa pun tidak masalah, tetapi mereka lebih melihat ke perusahaannya,” tandas Dino.

Kaum milenial punya sensitivitas tinggi mengenai berbagai hal. Ada idealisme yang mereka anut. Misalnya lebih peduli terhadap lingkungan, kesetaraan gender. Dino bercerita, ada seorang management trainee di sebuah perusahaan multinasional yang dipastikan gajinya besar.

Namun dia lebih memilih meninggalkannya dan pindah kerja ke organisasi nonprofit. “Tidak peduli lagi perusahaan besar atau kecil asal bisa membawa aspirasi dan inspirasi. Sebab kaum milenial memiliki kreativitas tinggi, juga ide yang sangat banyak,” paparnya.

Oleh karena itu perusahaan harus mendemonstrasikan tujuan perusahaan mereka apa. Tidak perlu lagi perusahaan menceritakan kesuksesan dalam skala nasional atau internasional. Perihal perusahaan besar memiliki ratusan ribu karyawan pun beberapa generasi zaman sekarang tidak ingin tahu.

Dino menyarankan, perusahaan untuk lebih menjelaskan bagaimana perusahaan banyak berkontribusi untuk komunitas tertentu ataupun masyarakat luas. Profesi bukan menjadi tujuan, sebab mereka pun multitasking yang bisa cepat beradaptasi serta belajar sendiri selagi bekerja.

Contohnya di bidang seperti komunikasi, banyak pekerjaan yang bisa mereka ambil semisal menjadi tenaga humas, marketing, sales sampai jurnalis atau penulis. Dino juga menjelaskan bahwa pendapatan para lulusan baru ini tidak main-main. Memang tergantung universitas, semakin ternama dan favorit kampusnya, mereka punya nilai jual yang tinggi untuk ini.

Beberapa profesi masa kini seperti programmer juga memiliki nilai fantastis, sebab jumlah programmer yang ada tidak seimbang dengan permintaan. “Lulusan baru programmer gajinya bisa mencapai 7 juta, apalagi dari universitas yang sudah dikenal andal mencetak programmer,” ujar Dino.

Beberapa perusahaan besar juga tidak tanggung-tanggung memberikan gaji fantastis bagi fresh graduated hingga mencapai Rp12 juta. Dino memberi contoh kliennya yang membutuhkan management trainee.

“Orang terbaik yang terpilih karena dia akan menjadi aset perusahaan. Sudah punya rencana jauh, dia akan diputar di semua divisi untuk menjadi pemimpin,” sebutnya.

Tawaran demikian memang menggiurkan bagi kaum milenial yang masih baru di dunia kerja. Tentu itu hanya untuk mereka yang punya kualifikasi seperti di atas. Sebab perbandingannya dari 18.000 pelamar, yang diterima hanya 12 orang.

“Mencari karyawan sudah harus seperti marketing yang cari pelanggan. Untuk mencari pekerja seumur hidup,” sambung Dino.

Selain perusahaan yang mendukung idealisme mereka, tempat nyaman dengan fasilitas lengkap juga menjadi idaman generasi milenial. Kantor Google yang unik menginspirasi perusahaan lain untuk membuat kantor serupa.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak