alexametrics

Sulut Bertekad Tingkatkan Produksi Pertanian dan Ternak

loading...
Sulut Bertekad Tingkatkan Produksi Pertanian dan Ternak
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Mokoginta. Foto/Dok.Pemprov Sulut
A+ A-
MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bertekad meningkatkan produksi komoditas pertanian dan peternakan tahun ini. Peningkatan itu meliputi produksi komoditas pangan nasional dengan target produksi padi 613.583 ton dan jagung 539.834 ton.

Sementara cabai 16.977 ton, bawang merah 2.658 ton, dan tomat 25.238 ton untuk mengamankan produksi dan produktivitas komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi nasional.

"Selain itu, meningkatkan produksi daging sapi sebanyak 3.465.639 kg untuk mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta di Manado, Selasa (6/2/2018).

Sejalan dengan itu, kata dia, Pemprov Sulut tetap fokus pada penanaman komoditas jagung dengan luas 450.000 hektare dengan target produksi 2 juta ton untuk mendukung peningkatan produksi komoditas jagung, selain untuk meningkatkan kesejahteraan petani.



Disamping itu juga, untuk mendorong percepatan pencapaian target produksi padi 784.000 ton, cabai 21.311 ton, bawang merah 2.701 ton dan produksi daging sapi 3.727.783 kg, melalui kegiatan upaya khusus (upsus) padi, jagung, cabai, bawang merah dan upsus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab).

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Novly Wowiling menjelaskan tujuan dilaksanakannya pertemuan itu. "Rapat ini untuk mengevaluasi pembangunan pertanian di tahun 2017. Ini sebagai bahan dasar untuk bergerak di tahun 2018 sehingga tidak menemui hambatan pada pelaksanaan kegiatan," ujarnya.

Sektor pertanian dan peternakan sangat berperan penting dalam perekonomian Sulut karena mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar penduduk, menyediakan bahan mentah bagi industri dan menghasilkan devisa negara melalui ekspor non migas.

"Bahkan mampu menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia dalam dua dekade terakhir," tukasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak