alexametrics

Indonesia Kantongi Modal Besar Keluar dari Middle Income Trap

loading...
Indonesia Kantongi Modal Besar Keluar dari Middle Income Trap
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa Indonesia sejatinya memiliki peluang untuk keluar dari jebakan negara berkembang (middle income trap). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa Indonesia sejatinya memiliki peluang untuk keluar dari jebakan negara berkembang (middle income trap). Apalagi, Indonesia saat ini tengah memiliki bonus demografi dengan banyaknya penduduk usia muda dan produktif.

(Baca Juga: Survei Penduduk Penting untuk Susun Kebijakan Masa Depan)

Dia mengatakan, lima negara Asia yang memiliki produk domestik bruto (PDB) besar seperti China, Jepang, India, dan Korea saat ini sudah masuk populasi penduduk tua (aging population). Sementara Indonesia dan India saat ini bisa menjadi motor pembangunan ekonomi Asia, karena memiliki penduduk muda terbesar.

"Bahkan, kita punya keunggulan dari India, karena jumlah penduduk India terlalu banyak. Indonesia punya jumlah yang bagus, dan managable dan bisa keluar dari middle income trap," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Tak hanya itu, sambung mantan Menteri Keuangan ini, penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan juga semakin besar. Bahkan, lebih dari 50% penduduk Indonesia saat ini tinggal di perkotaan dan produktivitasnya juga semakin baik.

Sayangnya, kata dia, Indonesia saat ini masih kurang untuk partisipasi wanita (female participation) dalam pasar kerja dan aktivitas ekonomi. Oleh sebab itu, untuk keluar dari middle income trap maka Indonesia harus bisa meningkatkan paritisipasi wanita dalam bidang ekonomi.

"Indonesia sudah berubah dari segi penduduk, perubahan itu ke arah positif yang bisa dimaksimalkan untuk keluar dari middle income trap. Tapi perlu peningkatan female participation," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak