alexametrics

Penyebab Ekonomi Indonesia Tertinggal dari Vietnam

Penyebab Ekonomi Indonesia Tertinggal dari Vietnam
Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi mengungkap sejumlah faktor yang membuat ekonomi Vietnam mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yang bahkan dalam beberapa sektor telah mengalahkan Indonesia. Foto/Victor, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi mengungkap sejumlah faktor yang membuat ekonomi Vietnam mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yang bahkan dalam beberapa sektor telah mengalahkan Indonesia. Ibnu menuturkan setidaknya ada lima faktor utama mengapa ekonomi Vietnam mampu berkembang sangat pesat, yakni upah buruh, harga tanah, harga bahan-bahan baku, harga utilitas, dan perizinnan.

"Buruh kita kalah, mereka lebh murah. Harga tanah relatif sama, namun untuk sektor industri bisa sangat murah dan terkadang gratis, paling kena biaya administrasi dan pengelolaan. Barang bahan baku relatif sama. Keempat, utilitas sedikit lima murah dan terakhir perizinan memang lebih gampang disana," ucap Ibnu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Selain kelima faktor tersebut, Ia menambahkan terdapat satu faktor lain yang membuat Vietnam lebih dilirik oleh investor, yakni faktor keamanan. Ibnu menuturkan situasi di Vietnam, baik itu secara umum ataupun politik jauh lebih stabil, dengan keamanan yang lebih baik dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya. "Keamanan, jauh lebih aman disana. Biasa, negara komunis, negara sosialis itu lebih stabil, demonstrasi itu sangat jarang terjadi disana," paparnya.

Dia kemudian membandingkan nila ekspor antara Indonesiadan Vietnam. Pada tahun lalu nilai ekspor Vietnam mencapai USD214 miliar, sedangkan Indonesia hanya USD 168 miliar. Dari rangking kemudahan untuk berbisnis, Indonesia memang mengalami peningkatan dengan meloncat ke peringat 72. Namun, Vietnam juga melakukan hal yang sama, dengan meningkat ke posisi 68.

"Kalo tidak hati-hati Vietnam akan melampaui kita. Saya mengharapkan lebih intens lagi pada tingkat yang lebih tinggi, kedua harus berani ajak multi stakeholders, tidak cuma pemerintah tapi juga pengusaha. Minimal di tengah kompetisi kita coba bekerja sama, we are competing and at the same time collaborating," tukasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top