alexametrics

Harga Minyak Naik Tipis karena USD Masih Bergerak Melemah

loading...
Harga Minyak Naik Tipis karena USD Masih Bergerak Melemah
Harga minyak dunia hari ini naik tipis karena dolar Amerika Serikat (USD) berada di dekat level terendahnya dalam tiga tahun. Foto/Ist
A+ A-
TOKYO - Harga minyak dunia hari ini naik tipis karena dolar Amerika Serikat (USD) berada di dekat level terendahnya dalam tiga tahun di perdagangan Asia yang lemah, dengan banyak pasar tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (16/2/2018), harga minyak mentah untuk pengiriman Maret naik 16 sen atau 0,3% ke level USD61,50 per barel pada pukul 02.00 GMT, setelah kemarin menetap 74 sen. Untuk pekan ini, kontraknya telah meningkat hampir 4% setelah melemah hampir 10% pekan lalu.

Harga minyak mentah brent, naik 26 sen atau 0,4% menjadi USD64,59 per barel setelah turun 3 sen. harga minyak brent naik hampir 3% dalam sepekan setelah jatuh lebih dari 8% pekan lalu.

"Minyak mendapat dukungan dari menguatnya pasar saham global dan dolar yang lemah, namun kenaikan tersebut terbatas karena proyeksi kenaikan produksi AS. "Pasar sepi karena libur liburan di Asia," kata Tomomichi Akuta, ekonom senior di Mitsubishi UFJ Research and Consulting di Tokyo.



USD mereda mendekati level terendah dalam tiga tahun terhadap beberapa mata uang, menyebabkan pelemahan mingguan terbesarnya dalam sembilan bulan. USD yang lebih lemah sering membuat harga minyak naik dan komoditas berdenominasi USD lainnya.

Saham Asia memperpanjang pemulihan mereka dari posisi terendahnya dalam dua bulan menjadi hari kelima, karena pengukur volatilitas pasar Wall Street turun, meskipun pasar keuangan China dan sebagian besar pasar keuangan Asia Tenggara ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail al-MazrouiĀ  mengatakan, produsen minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia bertujuan untuk merancang sebuah kesepakatan mengenai aliansi jangka panjang pada akhir tahun ini.

Produsen OPEC dan non-OPEC termasuk Rusia telah menahan produksi dengan total 1,8 juta barel per hari dalam upaya menopang harga di bawah kesepakatan yang akan berakhir pada akhir 2018.

Langkah ini datang pada saat permintaan Asia sedang meningkat. India mengimpor dengan mencetak rekor sebesar 4,93 juta bpd pada Januari untuk memberi kapasitas penyulingan yang diperluas dan memenuhi permintaan yang meningkat.

Minyak mendapat dukungan awal pekan ini setelah Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa OPEC berharap untuk terus membatasi produksi minyak mentah agar pasar tetap ketat.

Namun, lonjakan produksi AS mengimbangi upaya OPEC untuk mengendalikan pasokan. Produksi minyak mentah AS mencapai rekor sebesar 10,27 juta barel per hari pekan lalu, Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada Rabu, menjadikannya produsen lebih besar daripada Arab Saudi.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak